Suara.com - Seorang ibu baru saja kehilangan bayinya yang baru berusia 2 hari. Diduga bayi yang diberi nama Devandra Altafaris ini meninggal setelah dipijat oleh nenek buyutnya.
Menurut pengakuan sang ibu di akun TikToknya, @uswaaaaa.h, Devandra mengalami penyumbatan saluran pencernaan setelah dipijat oleh nenek buyutnya.
Hal ini menyebabkan bayi mungil tersebut harus dirawat di NICU selama sebulan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 30 Desember 2023.
Kisah Devandra menjadi pengingat bagi para orang tua untuk berhati-hati dalam memijat bayinya. Belajar dari kasus tersebut, bagaimana ketentuan memijat bayi?
Baca juga:
Mobil Box Jastip di Batam Sengaja Dibakar OTK, Pelaku Terungkap Usai Ditangkap di Riau
Batas Wilayah Tangkap Tak Jelas, Nelayan Natuna Ditahan di Malaysia
Melansir situs halodoc, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum memijat bayi.
- Pertama, pastikan bayi dalam kondisi sehat agar tidak rewel saat dipijat.
- Selanjutnya, menciptakan suasana tenang dengan musik yang menenangkan serta interaksi yang menyenangkan dapat membuat bayi merasa lebih nyaman.
- Penting juga untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah memijat bayi serta menghindari aksesori yang dapat mengiritasi kulit bayi.
- Penggunaan minyak bayi yang aman juga dapat memudahkan proses pijatan.
- Selain itu, perhatikan respons bayi; jika bayi menangis atau terlihat tidak nyaman, sebaiknya hentikan pijatan.
- Hindari juga memijat bayi saat ia lapar atau kekenyangan untuk mencegah kemungkinan muntah.
- Jika ada kekhawatiran tentang kondisi bayi, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk penanganan yang tepat.
Sebagai tambahan dikutip dari situs dUGM, Direktur Pelayanan Medis, Penunjang Medis dan Keperawatan RSA UGM, Prof. dr Sunartini Hapsara, Sp.A(K)., Ph.D., mengatakan ada bagian-bagian tertentu pada bayi yang tidak boleh dipijat.
Kepala dan perut merupakan bagian yang sama sekali tidak boleh dipijat untuk menghindari dampak yang membahayakan bagi si bayi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
Terkini
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Legislator PKS ke BNN: Jangan Biarkan 'Whip Pink' Makin Gila, Perlu Ditindak Tegas
-
Jadi Saksi Dugaan Korupsi Chromebook, Jaksa Ungkap Riwayat Susy Mariana saat Persidangan
-
Siswa SD Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Ada yang Salah Kebijakan Pemerintah
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Di Depan DPR, BNN Laporkan Sita 4 Ton Sabu hingga Bongkar 7 Jaringan Internasional