Suara.com - Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah menyinggung posisi Anies Baswedan yang ditinggal oleh partai pengusungnya.
Dia menyebut, Anies merupakan korban dari insiden tersebut. Sebab, tidak bisa pemimpin politik terlepas dari partai politik.
Hal itu disampaikan Fahri Hamzah saat menjadi bintang tamu di podcast milik Akbar Faizal yang dilihat pada Selasa (30/4/2024).
Baca Juga:
Telunjuk Surya Paloh Dianggap Nyuruh Anies Angkat Kursi Jadi Omongan Publik
Fahri Hamzah menyetujui pemikiran mengenai karier politik tidak bisa lepas dari keberadaan partai politik.
"Iya dong, Anies Baswedan adalah korban dari insiden ini. Makanya saya sangat berharap kepada dia untuk.. Dia ini seorang doktor yang belajar public policy. Dia mengerti ilmu politik. Coba merenung agak dalam lah apa yang terjadi pada dirimu kemarin itu, pikirkan agak dalam. Karena harusnya kalau dia tanya, waktu itu saya mengajak dia koreksi sistemnya dulu dan mengajak dia untuk lebih tegas," katanya dalam podcast tersebut.
"Tidak bisa lagi pemimpin politik di depan bukan orang partai Bung Akbar. Nggak bisa. Semua karier itu ada sekolahnya, ada merit system-nya, ada tangganya. Nggak bisa lagi begitu partai politik harus diperkuat," imbuhnya.
Mantan anggota DPR RI itu kemudian menyinggung orang-orang yang merasa memiliki popularitas tinggi, namun tidak mau bergabung dengan partai politik.
Baca Juga: Ikut Nimbrung di Rumah Anies usai Keluar Penjara, Napoleon Bonaparte Koar-koar Agen Perubahan
Menurutnya, justru orang yang ingin mematangkan demokrasi jalannya dengan memperkuat partai politik.
"Jangan kita merasa aku ini hebat sendiri loh, aku ini terkenal, aku ini ramai di TikTok, segala macam. Kalau aku masuk partai politik rusak aku lho. Terus habis gitu pengin nyalon pakai partai politik. Pikiran itu tidak bertanggung jawab. Kalau kita mau demokrasi kita matang perkuat partai politik," tegasnya.
Baca Juga:
Cak Imin Ungkap Timnas AMIN Akan Dibubarkan Jumat Pagi di Rumah Anies Baswedan
Partai politik siap menerima orang dengan berbagai karakter, mulai terkenal hingga banyak uang.
"Semua beragam itu bisa masuk partai, jangan ada orang merasa suci di luar, karena dia tidak berpartai tapi begitu ada kekuasaan mendekat ke partai. Itu kemunafikan yang mesti dihentikan di negeri ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan