Suara.com - Faizal Assegaf, kritikus politik yang juga pendukung paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), memberi pesan khusus ke Tom Lembong, mantan Co Captain Timnas AMIN.
Lewat akun X, Faizal Assegaf meminta Tom Lembong untuk turun ke jalan membela Palestina dari penjajahan agresor Israel.
Baca Juga:
Timnas AMIN Resmi Bubar, Anies: Kita Telah Bekerja Sehormat-hormatnya
Permintaan Faizal Assegaf ini disampaikan saat menanggapi pemberitaan mengenai sikap Tom Lembong yang tetap setia di jalan perubahan bersama Anies Baswedan.
Faizal menantang Tom Lembong untuk mengajak Anies Baswedan menyatukan relawan AMIN turun ke jalan demo di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.
"Wahai @tomlembong kapan ajak @aniesbaswedan satukan semua relawan turun ke jalan demo Kedutaan Besar Amerika agar hentikan kejahatan zionis Israel membantai bangsa Palestina?" tulis Faizal Assegaf.
Menurut Faizal, gerakan perubahan yang digaungkan Tom Lembong dan Anies Baswedan tidak hanya slogan tapi perlu aksi nyata.
"Gerakan perubahan bukan slogan & instrumen kepentingan sebatas elektoral. Ayo bangkit turun ke jalan!" ujar Faizal Assegaf.
Baca Juga: Minta Timnas Lupakan Kekalahan dari Uzbekistan, Wapres Maruf Pede Indonesia Bisa Menang Lawan Irak
Bagi Faizal seruan ini adalah sebuah perintah dari rakyat kepada para elite untuk ikut bersama rakyat turun ke jalan.
"Rakyat perintahkan para elite turun ke jalan, jangan asyik di ruang AC dan merasa seperti boss besar," tulis Faizal Assegaf.
Anies Baswedan sendiri sudah membubarkan Timnas AMIN, tim pemenangannya di Pilpres 2024 lalu. Pembubaran Timnas AMIN berlangsung di rumah Anies Baswedan pada Selasa (30/4/2024).
Anies mengatakan bahwa Timnas AMIN sudah purna tugas. Ia berterima kasih kepada seluruh jajaran Timnas AMIN yang sudah bekerja keras semasa Pilpres 2024 lalu.
"Hari ini kita kumpulkan untuk mengumumkan bahwa Timnas AMIN telah bekerja dengan sehormat-hormatnya, dengan telah bekerja sama, dengan sekeras kerasnya," kata Anies.
Berita Terkait
-
Minta Timnas Lupakan Kekalahan dari Uzbekistan, Wapres Maruf Pede Indonesia Bisa Menang Lawan Irak
-
Timnas Indonesia U-23 Ditaklukkan Uzbekistan, Maruf Amin: Kemarin Tuh Apes
-
Ucapkan Perpisahan pada Timnas AMIN, Cak Imin Diminta Joget Gemoy
-
Ikut Nimbrung di Rumah Anies usai Keluar Penjara, Napoleon Bonaparte Koar-koar Agen Perubahan
-
Absen Pembubaran Timnas AMIN karena Ada Tamu Banyak Sekali, Surya Paloh Hanya Titip Salam ke Anies
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa
-
Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat
-
Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
-
Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat