Suara.com - Puluhan mahasiswa di dua kampus berbeda diamankan polisi saat menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka diciduk karena aksi melewati batas waktu penyampaikan pendapat di muka umum dan dianggap mengganggu arus lalu lintas.
"Ada dua titik, pertama di Kampus UIN Alauddin, kedua di depan Kampus Unismuh (Universitas Muhammadiyah)," kata Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Mokh Ngajib di Makassar, Kamis (2/5/2024) malam.
Kapolres menyatakan, pihak kepolisian telah memperingatkan kepada peserta aksi agar tidak menutup penuh ruas Jalan Sultan Alauddin karena menghambat arus lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan yang parah menjelang malam, namun tidak diindahkan mahasiswa.
"Tadi sudah diperingatkan agar tertib, tapi ternyata tidak mengindahkan dan sampai malam tetap menutup jalan penuh, bakar ban dan melempar batu. Di sinilah kami melakukan penertiban," paparnya menegaskan.
Kendati dalam aturan Undang-undang Dasar 1945 kebebasan berpendapat diatur di pasal 28F. Dan di pasal 28E ayat (3) disebutkan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Pasal kebebasan pendapat juga diatur lebih di Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998.
Namun demikian dalam Peraturan Kapolri (Perkapolri) Nomor 7 Tahun 2021 ada beberapa poin melarang demonstrasi di luar waktu tentukan. Aksi demonstrasi hanya dapat dilakukan di tempat terbuka antara pukul 06.00-pukul 18.00 waktu setempat.
Selanjutnya, di tempat tertutup antara pukul 06.00-22.00 waktu setempat. Larangan lainnya, tidak menyampaikan pemberitahuan surat tertulis kepada Polri sebelum menyampaikan pendapat dimuka umum selambat-lambatnya 3x24 jam.
Mantan Kapolres Kota Palembang ini menjelaskan pembubaran mahasiswa tersebut atas dasar aturan sehingga dilakukan pembubaran paksa karena dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
"Ada beberapa yang kita amankan dari Unismuh ada 22 orang dan UIN Alauddin ada 30-an yang sementara masih kita data. Hasil penggeledahan, ada ditemukan dari tas salah satunya membawa senjata tajam dan ada yang patut kita duga bawa narkoba," ungkapnya.
Baca Juga: Disjoki di Jakarta Sebar Video Porno Pacar karena Tak Rela Diputusin, Ending-nya Dicokok Polisi
Mengenai dengan situasi kondisi, kata Kombes Ngajib, sudah berlangsung aman dan kondusif usai membubarkan aksi. Arus lalu lintas yang menghubungkan Kota Makassar ke Kabupaten Gowa berangsur-angsur normal.
"Semua aman kondusif, ini sudah melanggar (menutup jalan) dan meresahkan warga lainnya. Yang lain (aksi) sudah tidak ada. Tindak lanjut kita akan lakukan pemeriksaan, kalau memenuhi unsur tindak pidana kita lakukan tindakan tegas. Kita juga tes urine semuanya," kata Ngajib.
Sebelumnya, sejumlah aktivis mahasiswa tergabung dalam Aliansi BEM se-Makassar menggelar aksi memperingati Hardiknas di sejumlah titik termasuk di Jalan Sultan Alauddin. Mereka menyuarakan agar diwujudkan pendidikan gratis, tolak pendidikan mahal, reformasi kurikulum serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan termasuk pemerataan pendidikan di Indonesia.
Namun karena masih menggelar aksi hingga melewati batas yang ditentukan pukul 18.00 Wita, polisi kemudian membubarkan aksinya karena menutup jalan raya di Jalan Sultan Alauddin. Aparat juga sempat merangsek masuk dalam Kampus Unismuh dan mengamankan sejumlah mahasiswa yang diduga provokator. (Antara)
Berita Terkait
-
Hardiknas, Jimly Asshiddiqie Singgung soal Mahalnya Biaya Pendidikan
-
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jakarta
-
Disjoki di Jakarta Sebar Video Porno Pacar karena Tak Rela Diputusin, Ending-nya Dicokok Polisi
-
Pertamina Goes To Campus 2024 Siap Hadir di 15 Kampus untuk Hadapi Trilemma Energy
-
Pesan Nadiem Makarim Di Hardiknas 2024, Bicara Progres Gerakan Merdeka Belajar
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya