Suara.com - Viral di media sosial video seorang anak bernama Arsaf Brigade Pratama yang sedang mengikuti tes masuk anggota Polri untuk ketiga kalinya.
Dalam video yang diunggah akun ulang Instagram Pak Bhabin Herman Hadi Basuki , tampak Arsaf Brigade Pratama diwawancarai seorang anggota polisi.
Baca Juga:
Viral, Main ke Rumah Ayah Kandungnya Anak Kecil Ini Nekat Diracuni Ibu Tiri di Riau
Awalnya polisi itu penasaran dengan nama sang anak yaitu Brigade. Polisi itu lalu menanyakan apakah ayah sang anak adalah anggota Brimob.
"Berarti bapakmu Brigade (Brimob)?" tanya polisi itu. "Siap, " jawab Arsaf. Polisi itu lalu penasaran dengan bertanya ayah Arsaf bertugas di mana.
Arsaf menjawab ayahnya terakhir bertugas di Kotaraja, Jayapura, Papua. Sekarang kata Arsaf, ayahnya sudah tiada. Sang ayah kata Arsaf, gugur saat menjalankan tugasnya.
Arsaf lalu menyebut nama ayahnya yaitu Arizona Rachman. Polisi yang mewawancarai tampak kaget begitu mendengar nama Arizona Rachman.
"Woi Arizona ini, saya punya bulu badan berdiri ini. Mako Brimob ini namanya Arizona. Berarti bapakmu itu?" tanya si polisi. "Siap," jawab Arsaf.
Baca Juga: Akun Kades Rawa Panjang Dibanjiri Kata-kata Mutiara, KPK Diminta Usut Dana Desa
Ternyata Arizona Rachman, ayah dari Arsaf, adalah anggota Brimob yang gugur dalam kerusuhan di Universitas Cendrawasih tahun 2006 atau dikenal dengan nama tragedi Uncen Berdarah.
"Nama adik ini Arsaf Brigade Pratama. Nama mako Brimob Sorong, kstarian Arizona," kata polisi tersebut. Polisi itu menanyakan alasan Arsaf ingin menjadi polisi.
Arsaf mengaku sudah dua kali mengikuti tes masuk polisi tapi selalu gagal. Ini adalah kali ketiga Arsaf mengikuti tes Polri.
Arsaf mengaku sangat ingin menjadi anggota Polri karena memang cita-citanya dari kecil. Selain itu juga ingin membanggakan orang tuanya.
"Kalau ingin jadi polisi itu keinginan sendiri terus ingin gantikan ayah, membanggakan orang tua," papar Arsaf.
Polisi itu tampak kagum dengan upaya Arsaf yang tak kenal lelah untuk bisa diterima menjadi anggota Polri walau sudah dua kali tes gagal. Ia meminta Arsaf terus menjaga semangatnya.
Berita Terkait
-
Akun Kades Rawa Panjang Dibanjiri Kata-kata Mutiara, KPK Diminta Usut Dana Desa
-
Viral, Main ke Rumah Ayah Kandungnya Anak Kecil Ini Nekat Diracuni Ibu Tiri di Riau
-
Viral Kisah Pemuda Keliling Bersihkan WC Masjid Seorang Diri, Tak Jijik Sikat Kloset Kotor
-
Dibesarkan Bareng, Gaya Kucing Ini Lebih Mirip Anjing Pitbull: Cara Berdirinya Beda
-
Ricuh! Wasit Dianiaya Pemain, Liga 3 Chaos!
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba