- Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup empat jam di Jakarta Selatan pada Jumat malam, 30 Januari 2026.
- Diskusi tersebut dihadiri tokoh seperti Abraham Samad, membahas isu nasional, global, dan komitmen anti-korupsi.
- Prabowo menekankan keseriusannya menghadapi oligarki dan menerima kritik penting sebagai pengingat pemerintah.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh nasional yang kerap dianggap berada di luar lingkar kekuasaan, Jumat (30/1/2026) malam. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, selama kurang lebih empat jam.
Eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjadi salah satu tokoh yang hadir. Ia membenarkan adanya undangan langsung untuk berdiskusi dengan kepala negara.
“Benar sekali,” kata Samad saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Samad, pertemuan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. Ia memperkirakan ada sekitar tujuh tokoh yang hadir, selain sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih.
Beberapa nama yang diingatnya antara lain Peneliti Utama Politik BRIN Siti Zuhro dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Sejumlah pejabat negara juga terlihat hadir, seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim.
Samad menjelaskan, undangan disampaikan melalui Sjafrie. Dalam forum tersebut, Prabowo banyak memaparkan pandangannya terkait kondisi nasional dan global, termasuk hasil keikutsertaannya dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss.
“Banyak hal yang beliau presentasikan, tentang penyelamatan sumber daya alam dan lain sebagainya,” ujar Samad.
Bahas Korupsi hingga Reformasi Polri
Dalam diskusi itu, Prabowo juga meminta masukan dari para tokoh yang hadir. Samad mengaku menyampaikan pandangannya terkait upaya memperbaiki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang saat ini berada di angka 37.
Baca Juga: Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
Ia menyebut Prabowo menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, termasuk rencana reformasi di tubuh kepolisian.
“Pak Prabowo menyampaikan bahwa dia tidak main-main dalam menghadapi oligarki. Dia tidak takut. Siapa pun oligarki yang merusak akan dihadapi,” kata Samad menirukan pernyataan presiden.
Selain itu, Prabowo disebut membuka ruang terhadap kritik dari masyarakat.
“Beliau bilang kritik itu penting untuk mengingatkan pemerintah,” ucap Samad.
Suasana Pertemuan Cair
Meski membahas isu-isu serius, suasana pertemuan disebut berlangsung santai. Samad menggambarkan Prabowo banyak tersenyum dan sesekali melontarkan candaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program