Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) secara simbolis menyerahkan santunan kepada 11 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Sumatra Utara. Penyerahan bantuan dilakukan di sela agenda Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat yang digelar di Deli Serdang, Sabtu, (31/1/2026).
Gus Ipul menyampaikan bahwa setiap ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, bagi korban yang mengalami luka berat diberikan bantuan masing-masing Rp5 juta.
"Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp15 juta,” ujar Gus Ipul usai proses penyerahan santunan.
Ia menjelaskan, penyaluran santunan tersebut merupakan bagian dari skema bantuan pemerintah yang dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari fase tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Kementerian Sosial juga telah menyalurkan santunan kepada lebih dari 200 ahli waris korban bencana di Aceh Utara, setelah penetapan ahli waris dilakukan oleh kepala daerah setempat.
Memasuki tahap pascakedaruratan, Kemensos menyiapkan sejumlah dukungan lanjutan, termasuk bantuan isian rumah bagi keluarga terdampak dengan kategori rumah rusak berat dan rusak sedang. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp3 juta per keluarga.
"Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga," kata Gus Ipul.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pemberdayaan sosial untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga terdampak senilai Rp5 juta per keluarga. Terdapat pula bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, yang disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.
Gus Ipul menegaskan, seluruh bantuan disalurkan melalui proses pendataan berlapis guna memastikan tepat sasaran. Data penerima bersumber dari BNPB, ditetapkan oleh kepala daerah, diverifikasi unsur forkopimda, direkomendasikan pemerintah provinsi melalui dinas sosial, serta diverifikasi kembali oleh Kementerian Dalam Negeri dan Dukcapil.
Baca Juga: Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
Setelah mendapatkan pengesahan Menteri Dalam Negeri, Kemensos akan menyalurkan bantuan langsung kepada penerima yang telah diusulkan secara by name by address.
"Setelah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Kemensos akan segera menyalurkan bantuan langsung kepada nama-nama yang sudah diusulkan dari bawah, by name, by address," urainya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua jalur, yakni melalui bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) atau PT Pos Indonesia.
Gus Ipul juga menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi lintas sektor. Selain Kemensos, dukungan datang dari BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, TNI, Polri, BUMN, serta berbagai unsur lainnya di bawah koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni, Komisioner KND Jonna Damanik, serta Vice President Bank Mandiri.***
Berita Terkait
-
Gus Ipul Tegaskan Integritas dan Mutu Siswa dalam Program Sekolah Rakyat
-
Kemensos Dampingi Keluarga Randika yang Viral Disebut Meninggal Kelaparan
-
Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen Tertahan: Terkendala Status Lahan!
-
Penuhi Kebutuhan Korban Banjir di Pemalang, Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Distribusi Bantuan
-
PNKT-Kemensos Perkuat Sinergi Dukung Program Prioritas Presiden di Daerah
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar