Suara.com - Seorang pengusaha asal Aceh menjadi viral baru-baru ini. Pengusaha skincare yang diketahui bernama Hilya Ajeng ini rela menghancurkan mobil miliknya.
Bukan tanpa alasan, dugaannya, suami dari pengusaha ini kecanduan judi bahkan memilih menyewa PSK dibanding bersama istrinya.
Mengutip Instagram @magelangzone, Selasa (14/5/2024), terlihat wanita berkaus putih dengan jilbab hijau lumut memukuli salah satu mobil operasionalnya dengan sebatang kayu. Tak puas dengan kerusakan yang disebabkan, Hilya Ajeng menyalakan mesin mobil lainnya dan menabrakkan ke mobil operasionalnya hingga remuk.
"Hilya Ajeng Ngamuk!. Seorang seleb Aceh yang sudah berumah tangga ngamuk akibat pertengkaran dengan suaminya. Latar belakang akibat terjadi pertengkaran, diketahuinya sang suami sering bermain judi, kurangnya perhatian terhadap istri dan memesak PSK," tulis caption video.
Baca Juga:
Beda dari Ivan Gunawan, Kris Dayanti Lebih Pilih Bangun Gereja di Tanah Kelahiran
Dulu Restui Teuku Ryan, Ternyata Keluarga Sempat Mengira Karakter Ria Ricis Mirip Oki Setiana Dewi
Peristiwa tersebut juga disaksikan tetangga pengusaha itu yang tak bisa menenangkan. Hilya Ajeng juga sangat kesal dan beberapa kali mengomel.
Unggahan tersebut mendapat berbagai respon dari netizen. Tak sedikit yang mengingatkan bahwa semapan-mapannya seseorang belum tentu bisa berhasil dalam hubungan rumah tangga.
"Uang itu bukan segalanya," sebut salah satu netizen.
"Daripada nabrak mobilnya sendiri, mending tabrak sekalian suaminya," sergah lainnya.
"Gini nih yang jadi korban judi," ujar netizen lain.
"Mungkin kalau judi dan kurang perhatian, masih bisa dimaafkan. Tapi kalau sudah order PSK itu ya bikin geram," kata lainnya.
Hilya Ajeng sendiri memang sempat ramai di Aceh. Ia pernah dikasuskan karena skincare yang ia jual dianggap melanggar aturan karena ilegal.
Ia sempat dipenjara selama 18 bulan dengan denda Rp500 juta karena perbuatannya pada medio November 2023 lalu. Hilya mengajukan banding di tingkat kasasi dan sudah dinyatakan bebas.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Dipoligami, Dokter Eca Prasetya Layangan Putus Ternyata Korban KDRT sebelum Cerai
-
Tamparan Keras Bagi Si Kurang Bersyukur, Kisah Ayah Kayuh Sepeda Butut saat Lebaran
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Andara: Fortuner Terbalik, Penumpang LCGC Dilarikan ke RS
-
Mimpi Kuburkan Pasangan Disebut Tanda Selingkuh, Penjelasan Abah Romdhoni Viral
-
Nekat! Mobil MPV Angkut 12 Orang saat Lebaran, Bagasi Terbuka Ditutup Terpal
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga