Suara.com - Polisi tidak menghadirkan Epy Kusnandar, aktor sinetron 'Preman Pensiun' sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba saat konfrensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (17/5/2024).
Polisi hanya mengahadirkan Yogi Gamblez sebagai tersangka. Saat dihadirkan petugas, Yogi hanya bisa tertunduk tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M. Syahduddi mengatakan Epy tidak dihadirkan karena ada gangguan kesehatan mental, yakni depresi.
"Untuk saudara EK, hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter yang bersangkutan mengalami kondisi depresi dengan indikator tekanan darah 230/91," kata Sayhaduddi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat.
Epy, lanjut Syahduddi, juga sedang menjalani perawatan di rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) Fatmawati, Jakarta Selatan.
Penyidik telah berupaya menghadirkan Epy, tapi dokter tidak mengizinkan dengan alasan kondisi kesehatan dan dalam perawatan.
“Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, maka sudah kami putuskan dirawat di RSKO Jakarta yang nantinya akan kami lakukan proses rehabilitasi," ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah mengajukan permohonan asesmen kepada tim terpadu Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan rekomendasi rehabilitasi bagi Epy.
Polisi menyatakan Epy positif mengkonsumsi ganja, tapi tidak ditemukan barang bukti.
Baca Juga: Minta Ganja ke Yogi Gamblez, Epy Kusnandar Memakainya di Atas Pohon
Epy sendiri hanya memiliki selinting ganja yang diperoleh dari Yogi. Yogi memperoleh ganja tersebut dari seorang rekannya yang masih DPO.
Yogi saat itu membeli ganja senilai Rp250 ribu. Dengan pembelian dengan nominal tersebut Yogi mendapatkan 10 linting ganja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar