Suara.com - Polisi resmi menetapkan Epy Kusnandar dan Yogi Gamblez sebagai tersangka terkait kasus narkoba jenis ganja. Pemain sinetron Preman Pensiun dan rekannya itu berstatus tersangka setelah dinyatakan positif menggunakan ganja.
“Keduanya sudah menjadi tersangka,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi, saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (17/5/2024).
Dalam perkara ini, polisi menyita barang bukti daun ganja seberat 4,18 gram dan 8,16 gram biji ganja sehingga total barang bukti kasus narkoba tersebut mencapai 12,34 gram.
Baca Juga: Dikawal Polisi, Karina Ranau Irit Bicara Usai Jenguk Epy Kusnandar di Tahanan
Syahduddi menyampaikan, Epy dan Yogi merupakan rekan bisnis. Keduanya sama-sama bekerjasama membuka tempat makan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
Selama menjalin bisnis bersama, Epy selalu meminta ganja dengan Yogi. Hingga akhirnya, Yogi memberikannya ganja sebanyak satu linting.
Baca Juga: Depresi Usai Ditangkap, Epy Kusnandar Dirawat di Rumah Sakit
Ganja itu dibeli oleh tersangka Yogi dari JC yang kini telah berstatus DPO. Saat itu, Yogi membeli ganja sebanyak 10 linting dengan harga Rp250 ribu.
“Jadi YG beli ganja senilai Rp250 ribu, mendapat 10 linting ganja. Satu linting diberikan kepada EK," ujarnya.
Baca Juga: Dikawal Polisi, Karina Ranau Irit Bicara Usai Jenguk Epy Kusnandar di Tahanan
Buntut dari kasus ganja itu, Epy Kusnadar dan Yogi Gamblez kini mendekam di penjara.
“Untuk tersangka EK Pasal yang ditersangkakan yakni Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika golongan I bagi dirinya sendiri, wajib direhabilitasi atau pidana penjara maksimal 4 tahun,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup