Suara.com - Seorang pria di Kota Dumai, Riau berinisial JP alias Jack (22) diduga menjual video mesum anak di bawah umur melalui aplikasi Telegram.
Dalam handphone Jack, polisi menemukan 20 channel Telegram dengan ribuan konten mesum. Sebagian besar konten itu adalah video asusila yang melibatkan anak di bawah umur, sisanya konten mesum dewasa.
"Pemeran dalam video itu lebih banyak anak bawah umur. Ada juga pemeran yang dewasa," ujar Kasatreskrim Polres Dumai AKP Primadona.
Kasatreskrim Primadona menjelaskan jika pelaku membuat sebanyak 20 channel di Telegram dengan nama Bocah Premium.
"Dalam channel ini terdapat ribuan video mesum, pelaku menjual dengan beragam paket channel," ungkapnya.
Dari pengakuan kepada polisi, Jack menyebut sudah beroperasi selama satu tahun. Ia pun mendapat keuntungan mencapai Rp50 juta dari penjualan video mesum tersebut.
Sistemnya, calon pembeli mentransfer uang sesuai dengan paket yang ditawarkan, mulai dari paket VIP Rp125 ribu untuk 3 grup dan paket VVIP Rp175 ribu untuk 10 grup dengan pembayaran melalui dompet digital seperti Dana dan GoPay.
Jack diringkus Satreskrim Polres Dumai di Jalan Teratai, Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota pada Jumat (31/5/2024) malam.
Bersama tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 2 handphone android yang berisi rekaman video mesumgrafi, tiga akun media sosial Telegram dan 1 kartu ATM BRI yang diduga tempat menyimpan uang hasil penjualan.
Baca Juga: Ditangkap, Bandar Narkoba di Riau Nangis-nangis Sujud di Kaki Istri
Kemudian, satu akun aplikasi dompet digital Dana dan Sea Bank serta satu unit sepeda motor merk warna hitam.
Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah ke UU No 1/2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No.11/2008, dan atau Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (1) UU No.44/2008 tentang mesumgrafi.
Berita Terkait
-
Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Pertamina Temukan Sumur Baru di Blok Rokan, Produksi Awal Tembus 2.035 Barel per Hari
-
ShopeePay Ungkap Cara Praktis Hemat Tagihan Listrik, Pulsa, dan Kebutuhan Digital
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement