- Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat pelaku perampokan serta pembunuhan wanita lansia di Rumbai, Pekanbaru.
- Penangkapan dilakukan di Aceh Tengah dan Binjai berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV serta keterangan saksi di lokasi.
- Pelaku yang salah satunya mantan menantu korban, diduga mencuri barang berharga setelah membunuh korban menggunakan balok kayu.
Suara.com - Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru menangkap empat pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang wanita lanjut usia bernama Dumaris Isni Sitio (60).
Para pelaku diringkus di dua lokasi berbeda, yakni di Aceh Tengah dan Kota Binjai, Sumatera Utara.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyebut keempat pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing.
"Sudah ditangkap. Sekarang dalam pendalaman pemeriksaan," ujar Pandra kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).
Sementara Kapolres Kota Pekanbaru, Kombes Muharman Arta menjelaskan, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari analisis rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi kejadian, yakni Kelurahan Rumbai, Pekanbaru.
Polisi dijadwalkan akan membeberkan identitas lengkap dan motif para pelaku dalam ekspose kasus pada Senin (4/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, salah satu pelaku berinisial AF merupakan mantan menantu korban. Rekaman CCTV di rumah korban memperlihatkan AF sempat bersalaman dengan korban sebelum aksi kekerasan terjadi.
AF diduga datang bersama seorang pria yang bertindak sebagai eksekutor yang memukul kepala korban menggunakan balok kayu hingga tewas.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha, pada April lalu. Saat kembali ke rumah setelah mengurus pajak kendaraan, Salmon mendapati istrinya sudah tidak bernyawa dengan kondisi rumah berantakan.
Baca Juga: Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
Selain melakukan pembunuhan, para pelaku juga menggasak sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang dolar Singapura, telepon genggam, hingga cincin pernikahan milik suami korban.
Para pelaku juga sempat merusak kamera pengawas (CCTV) di dalam rumah untuk menghilangkan jejak aksi mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen