Suara.com - Polda Metro Jaya meringkus 23 tersangka dalam kasus judi online (judol) bermotif jual-beli chip untuk bermain adu ketangkasan di aplikasi. Buntut dari aksinya itu, puluhan tersangka kasus judol itu dijerat pasal berlapis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, dari puluhan tersangka ini, 5 tersangka yang bertugas mengelola jual-beli chip tersebut masih satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Mereka berinisial EA, AL, NA, AT, dan IS.
“Mereka ini adalah satu keluarga dari bapak, ibu dan anak. Terkait masalah keuntungan tentunya nanti akan kami lakukan pendalaman lebih lanjut, karena kita harus membuka rekening mereka,” kata Wira saat preskon di Polda Metro Jaya, Kamis (6/6/2024).
Dalam perannya, keluarga ini menyediakan wadah bagi para admin untuk memperjual-belikan chip kepada para pemain judi online.
“Lima orang tersangka yang bertindak sebagai pengelola, adapun pengelola ini memiliki tanggung jawab yaitu menyediakan kantor ataupun tempat menyiapkan peralatan menyiapkan sarana dan prasarana merekrut dan melakukan pelatihan serta memberikan gaji terhadap para admin,” jelasnya.
Dalam modus para tersangka ini memanfaatkan selisih penjualan chip untuk memperoleh keuntungan.
Biasanya, untuk chip senilai 1 miliar, para tersangka menjualnya dengan nominal harga Rp65 ribu. Tak hanya menjual para tersangka juga membeli chip dari para pemain.
Namun, chip dari para pemain dihargai Rp60 ribu. Sehingga, para tersangka memiliki keuntungan senilai Rp5 ribu dari hasil selisih penjualan dan pembelian chip judi online itu.
“Jadi di sini terdapat selisih keuntungan yang diperoleh oleh para pengelola ini adalah sebesar Rp5 ribu,” kata Wira.
Baca Juga: Dipolisikan Hendra dan Bayu Setiawan Gegara Ucapan di TV, Hasto PDIP: Saya Gak Kenal
Dari hasil ini juga, lanjut Wira, para tersangka mampu mempekerjakan sebanyak 18 orang admin yang bertugas secara bergantian selama 24 jam.
Untuk setiap admin, lanjut Wira mendapatkan upah bervariatif, mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta per bulan.
Dalam perkara ini, polisi menyita barang bukti berupa 45 ponsel berbagai merek yang dipakai sebagai sarana pengoperasian dan kegiatan admin judi online tersebut.
Kemudian 10 buku tabungan untuk menampung hasil penjualan chip, 3 unit komputer, 9 kartu ATM, 2 tablet, 3 unit laptop, 3 kunci apartemen, 1 brankas turut disita. Selain itu, polisi juga turut menyita uang tunai sebesar Rp2.555.000.000, 1 unit Mobil Toyota Raize dan 1 unit Mobil Toyota Zenix.
Dalam kasus ini, belasan tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara.
“Perlu kami sampaikan bahwa ancaman hukuman terhadap pasal 303 yaitu penjara paling lama 10 tahun. Kemudian pasal 45 dan pasal 47 UU ITE dengan ancaman hukuman selama 10 tahun dan Pasal 3 Pasal 4 dan pasal 5 junto pasal 2 undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang diancam penjara 10 dan 20 tahun penjara."
Berita Terkait
-
Dipolisikan Hendra dan Bayu Setiawan Gegara Ucapan di TV, Hasto PDIP: Saya Gak Kenal
-
Tak Senang Dibubarkan karena Mau Tawuran, 3 Pemuda Nekat Bacok Anggota Patroli Perintis Polda Metro Jaya
-
Besok Diperiksa Polisi usai Bongkar Kecurangan Pemilu di TV, Hasto PDIP Curiga: Ini Pasti Orderan!
-
Arogan di Tol tapi Ciut usai Ditangkap, Pemilik Pajero Ungkap Alasan Pakai Pelat Palsu: Memang Cita-cita Sejak Kecil
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar