Suara.com - Jagat maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seorang anak yang diikat di sebuah tiang dan dijadikan tontonan oleh orang-orang. Bocah laki-laki dengan kondisi pasrah yang diikat di tiang itu diduga sempat ditangkap oleh warga gara-gara mencuri.
Dikutip pada Minggu (16/6/2024) dari unggahan yang dibagikan akun @kabarnegri, disebutkan peristiwa itu terjadi di pertokoan Kota Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Dalam video itu, terlihat seorang ibu-ibu berkerudung yang sempat menghampiri bocah tersebut yang diikat di tiang karena diduga jadi maling.
Sembari sedikit memberikan pelukan kepada bocah itu, wanita yang mengenakan celana kotak-kotak ini meminta agar warga tidak main hakim sendiri untuk memukuli anak tersebut.
Aksi heroik emak-emak kepada anak yang diikat itu menuai simpatik dari netizen. Justru netizen marah kepada orang-orang yang mengikat anak kecil itu karena dianggap tidak manusiawi. Wanita itu pun dipuji netizen karena bisa meredam amarah warga kepada bocah tersebut.
“Jiwa ibu ingat anaknya yang lagi merantau, sehat-sehat ibuku,” timpal akun akun @jerry_musthofa.
"Ibuk itu super power bisa meredam massa," puji yang lain.
Di sisi lain, banyak netizen yang juga menyayangkan soal aksi warga yang memperlakukan anak ini dengan cara yang tidak wajar. Bahkan, beberapa mempertanyakan tudingan pencurian yang diduga dialamatkan kepada bocah tersebut.
Warganet dengan akun @m_andriiant mengatakan semua masalah bisa diselesaikan dengan cara baik-baik.
Baca Juga: Bikin Netizen Geram, Unggahan Viral Sejoli Sedang Bercocok Tanam Di Pinggir Jalan Raya
“Kenapa sih selalu pake cara-cara gini ngiket-ngiket. Tangkap tanyain dulu baik,” ucapnya.
“Yang ikat pasti gak punya hati dan perasaan sebagai orang tua. Ditanya dulu kenapa dia mencuri,” imbuh akun @mus_mamik.
Warganet lain justru beramsumsi jika bocah ini mencuri karena ia sedang dalam kondisi kelaparan.
“Agak kasian kalo mencuri makanan begini. Pasti karena lapar, tapi kalo bocah yang tawuran dan bawa sajam gapapa kan diiket gitu,” tulis akun @berkatpallet.
“Mereka hanya lapar,” tambah akun @ragiel.kautsar menandaskan.
Berita Terkait
-
Bikin Netizen Geram, Unggahan Viral Sejoli Sedang Bercocok Tanam Di Pinggir Jalan Raya
-
Viral, Pria Terekam Kamera Pukuli Perempuan Pakai Helm, Motor Ditendang
-
Viral Lagi! 7 Impian Jokowi untuk Indonesia, Netizen Malah Singgung Dinasti Politik
-
Beda Nasib! Harta Euis Ida Wartiah Terus Bertambah, Legislator yang Ngenyek Guru Honorer
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless