Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia, menyampaikan, jika memang Ridwan Kamil (RK) sempat menyatakan bersedia maju di Pilgub Jakarta. Namun hal itu disampaikan RK usai Pilpres 2024 dengan asumsi Anies Baswedan tak turun kasta dari capres menjadi cagub Jakarta kembali.
Awalnya Doli menyampaikan, jika Golkar merupakan partai pertama yang mendorong RK maju di Jakarta. Pada November 2023 dengan memberikan surat tugas di Jawa Barat dan Jakarta.
"Nah makanya waktu itu setelah dikasih surat tugas, kami cek dong di lapangan, kami kasih surat tugas 2, di Jakarta dan Jawa barat. Dua-duanya kami cek," kata Doli di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Doli lantas bercerita RK sempat menyampaikan bersedia maju di Jakarta usai Pilpres 2024. Namun kala itu RK belum berpikir Anies akan maju kembali juga di Jakarta setelah ikut Pilpres.
"Nah, per hari ini, kalau kemarin kami cek waktu setelah Pilpres, waktu itu kan mungkin RK bersedia (maju Pilkada Jakarta) karena waktu itu berasumsi bahwa pak Anies Baswedan tidak akan maju lagi karena sudah jadi capres. Kami juga kan sampai sekarang belum tahu apakah Anies Baswedan memang mau turun kelas dari capres jadi cagub kembali," ungkapnya.
Untuk itu, kata Doli, RK siap meneruskan prestasinya di Jawa Barat ke Jakarta. Bahkan sempat muncul atribut foto RK siap OTW ke Jakarta. Maka kala itu elektabilitas RK dalam survei sempat unggul di Jakarta.
"Nah makanya waktu itu RK juga, ya sudah, prestasi yang sudah dia raih di Jabar, rasa-rasanya kayaknya apa yang saya lakukan di Jabar, baik yang selama ini di Jawa Barat itu bisa juga lah kemudian kita coba di Jakarta makanya waktu itu begitu dibuat dia buat atribut OTW Jakarta itu kan ada kejutan juga ya kan. Membuat hentakan juga sehingga waktu itu elektabilitasnya paling tinggi dibanding yang lain," katanya.
Namun usai ada partai yang akan mencalonkan kembali Anies di Pilgub Jakarta, elektabilitas RK mulai terganggu. Dan masih menjadi lebih baik di Jawa Barat.
"Tetapi begitu sudah mulai ada yang mencalonkan pak anies baswedan lagi kemudian juga ada dimasukkan nama nama seperti Basuki Tjahaja Purnama gitu ya ternyata elektabilitasnya sekarang masih jauh lebih tinggi di Jawa Barat," ujarnya.
Baca Juga: Soal Kans PKS Koalisi Bareng Gerindra di Pilkada Jakarta, Habiburokhman: Emang Anies Fix Maju?
"Jauh dibandingkan dengan di Jakarta, di sana approval rating-nya sangat spektakuler di Jawa Barat itu elektabilitasnya paling tinggi dibandingkan dengan jauh dari kader yang lain," sambungnya.
Berita Terkait
-
Soal Kans PKS Koalisi Bareng Gerindra di Pilkada Jakarta, Habiburokhman: Emang Anies Fix Maju?
-
Golkar Dukung Bobby Nasution Nyagub di Sumut Sekalian Tawarkan Putri Akbar Tanjung untuk Jadi Pendamping?
-
Terima Dukungan Maju Pilkada Jakarta, Anies Ingatkan Pendukung Tak Lagi Ungkit Pilpres: Sudah Tutup Buku
-
KIM Bujuk PKS Kursi Cawagub Jakarta, Anies Baswedan: Ini Bukan Tentang Siapa Calonnya, tapi...
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?