Suara.com - Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A. merupakan politikus dan pengusaha terkemuka di Indonesia. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini tengah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Sebagai anggota Partai Golkar, Bambang terpilih sebagai anggota legislatif nasional pada Pemilu 2009. Pada 15 Januari 2018, ia ditunjuk untuk menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR di tengah penyelidikan korupsi.
Bambang, lahir di Jakarta, pada 10 September 1962. Ia menikah dengan Lenny Sri dan memiliki delapan anak.
Ia dikenal sebagai kolektor kendaraan mewah, termasuk Tesla Model X, serta dua sepeda motor Harley-Davidson dan sepuluh mobil dengan total nilai Rp18 miliar (sekitar US$ 1,35 juta), dibandingkan dengan total asetnya yang dilaporkan sebesar Rp62 miliar (US$ 4,66 juta).
Pendidikan
Bambang tumbuh dalam keluarga militer dan mengenyam pendidikan di sekolah negeri di Jakarta (SDN 8, SMPN 49, SMAN 14) selama 12 tahun.
Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 1981, ia melanjutkan studi di Akademi Akuntansi Jayabaya dan STEI Jakarta di Rawamangun, Jakarta Timur. Selama masa studinya, ia aktif memimpin Senat Mahasiswa akademi.
Setelah lulus pada tahun 1985, Bambang menyelesaikan kursus pra-MBA di Institut Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (IPPM) di Jakarta. Ia memperoleh gelar sarjana administrasi publik dan sarjana hukum dari Universitas Terbuka pada tahun 1988 dan 2023.
Baca Juga: Surya Paloh Akui Survei Anies Baswedan Tokcer Di Pilkada DKI: Capek Orang Lawan Dia
Gelar dalam bidang manajemen perusahaan diperolehnya dari Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia pada tahun 1992, setelah menyelesaikan MBA di Institut Manajemen Newport Indonesia pada tahun 1990. Pada tahun 2023, ia meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Padjadjaran.
Selama studinya, Bambang aktif di organisasi kemahasiswaan, salah satunya Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), yang berafiliasi dengan Golkar, partai politik yang berkuasa saat itu.
Karier Politik
Setelah empat kali gagal mendapatkan kursi di Senayan (termasuk 1997, 1999, dan 2004), Bambang akhirnya terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2009, mewakili dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.
Setelah dilantik, ia ditempatkan di Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Bambang juga menjadi anggota panitia khusus yang menyelidiki dana talangan kontroversial senilai Rp6,7 triliun untuk Bank Century selama krisis keuangan 2007-2008, yang melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Presiden Boediono.
Pada Pemilu 2014, Bambang kembali mencalonkan diri dan memperoleh 57.235 suara, menjadi satu-satunya calon dari kabupaten yang berafiliasi dengan Golkar. Ia menuduh pembelian suara sebagai alasan penurunan suara Golkar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
-
Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?
-
Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik
-
Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Redam Konflik Berdarah, PBB Sambut Baik Jeda Pertempuran Afghanistan-Pakistan Jelang Lebaran
-
Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?
-
Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?
-
Badai Timur Tengah Menghadang, Akankah Pejabat RI Akan 'Ikat Pinggang' Demi Rakyat?
-
Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum
-
Sedia Payung! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Kilat di Sejumlah Wilayah RI Hari Ini