- KPK memeriksa dua pensiunan Bank Indonesia sebagai saksi terkait dugaan korupsi dana CSR periode 2020 hingga 2023.
- Penyidikan kasus yang melibatkan Bank Indonesia dan OJK ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak Desember 2024.
- KPK menetapkan dua anggota DPR RI sebagai tersangka pada Agustus 2025 karena diduga terlibat aliran dana CSR.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan di lingkungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Kali ini, dua pensiunan Bank Indonesia dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama HNF dan TS selaku pensiunan Bank Indonesia," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Salah satu saksi diketahui pernah menjabat sebagai Analis Implementasi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), posisi yang dinilai penting dalam memahami mekanisme penyaluran dana sosial tersebut.
KPK saat ini masih mendalami dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR), khususnya pada Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) serta Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) dalam kurun waktu 2020 hingga 2023.
Kasus ini bermula dari hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan serta laporan masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, KPK meningkatkan perkara ke tahap penyidikan umum sejak Desember 2024.
Dalam prosesnya, penyidik telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis, termasuk kantor Bank Indonesia di kawasan Thamrin dan kantor OJK di Jakarta, guna mengumpulkan alat bukti tambahan.
Perkembangan signifikan terjadi pada Agustus 2025, ketika KPK menetapkan dua anggota DPR RI sebagai tersangka, yakni Satori dan Heri Gunawan. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dalam aliran dan pengelolaan dana CSR tersebut.
Meski demikian, KPK masih terus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta pola penyimpangan yang terjadi dalam program yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan sosial masyarakat tersebut.
Baca Juga: KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
Berita Terkait
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?
-
Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026
-
Mesir Gelar Latihan Militer, Israel Panik Skenario Perang Yom Kippur Terulang
-
KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil
-
Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?
-
Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta
-
Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran
-
Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar
-
AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun