Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menjadi sorotan publik karena meminta tayangan pertandingan tarung bebas Ultimate Fighting Championship (UFC) dihentikan karena mengandung unsur-unsur yang dilarang Islam. Profil dan sejarah MUI berikut mungkin dapat menjadi referensi yang mendukung legalitas MUI mengomentari tayangan UFC.
Alasan kenapa UFC sebaiknya segera dihentikan penayangannya adalah karena pertandingan tersebut tidak sesuai hukum Islam. Dalam perspektif syariat Islam, pertandingan adu pukul dan adu tentang antar manusia bersifat haram.
Dikarenakan hal itu dapat merusak raganya sendiri dan orang lain. Atas dasar penilaian tersebut, MUI mendesak pemerintah menghentikan penayangan UFC di Indonesia melalui Mola TV.
Profil dan Sejarah MUI
Jika melihat profil dan sejarah MUI, mereka memiliki hak untuk melaksanakan protes. MUI merupakan wadah musyawarah para ulama, zu'ama,dan cendekiawan muslim di Indonesia.
Tujuan didirikannya MUI adalah untuk membimbing, membina, dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. MUI didirikan pada 7 rajab 1395 hijriah atau tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, Indonesia.
Dikutip dari mui.or.id, MUI didirikan berdasarkan hasil musyawarah para ulama, yang meliputi dua puluh enam orang ulama berasal dari 26 provinsi Indonesia pada masa itu. Di antara mereka, 10 orang ulama merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat yaitu NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti. Al Washliyah, Math'laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI, dan Al Ittihadiyyah.
Selain mereka, empat orang di antaranya adalah ulama dari Dinas Rohani Islam, Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Polri. Datang juga 13 orang tokoh.
Mereka bersekapat membentuk sebuah wadah tempat bermusyawarahnya pada ulama. Kesepakatan itu tertuang dalam "Piagam Berdirinya MUI". Momentum berdirinya MUI ini bertepatan dengan peringatan 30 tahun merdeka RI.
Baca Juga: MUI Haramkan, Tiket Nonton UFC di Arab Saudi Bernilai Fantastis
Sejak berdirinya sampai sekarang, berikut daftar ketua MUI:
1977 – 1981 Prof. Dr. Hamka
1981 – 1983 KH. Syukri Ghozali
1985 – 1998 KH. Hasan Basri
1998 – 2000 Prof. KH. Ali Yafie
2000 – 2014 KH. M. Sahal Mahfudz
2014 – 2015 Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin
2015 – 2020 Prof. Dr. KH. Ma`ruf Amin
2020 – Sekarang KH. Miftachul Akhyar
Sejak berdiri sampai sekarang, MUI senantiasa berada di koridor mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Visi dan misi Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah musyawarah para ulama berusaha untuk:
- Memberikan bimbingan dan tuntunan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah swt kepada umat Islam.
- Memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat
- Meningkatkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama.
- Menjadi penghubung antara ulama dengan pemerintah dan penterjemah, sehingga terjadi timbal balik antara umat dan pemerintah, untuk menyukseskan pembangunan nasional.
- Meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi, lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik.
Demikian itu informasi profil dan sejarah MUI yang baru-baru ini melarang tayangan UFC di televisi.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
MUI Haramkan, Tiket Nonton UFC di Arab Saudi Bernilai Fantastis
-
Tontonan Diharamkan MUI, Ini Sejarah dan Pengertian Tarung UFC
-
Diharamkan MUI, Arab Saudi Panen Cuan di UFC: 8 Fakta Menarik UFC Fight Night
-
MUI Minta Tayangan UFC Dihentikan: "Adu Ayam Aja Haram, Apalagi Adu Manusia"
-
Profil 5 Petarung MMA Indonesia Penerus Jeka Saragih di Tengah Kontroversi MUI Haramkan Tayangan UFC
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap