- Bupati Aceh Tamiang menyampaikan kondisi darurat pascabanjir kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis secara daring.
- Kebutuhan utama pascabencana meliputi 42.727 unit hunian tetap, bantuan pangan enam bulan, dan BLT Rp1 juta per KK.
- Presiden Prabowo menyatakan pemerintah pusat akan menghitung ulang anggaran dan mengintegrasikan data bantuan agar tepat sasaran.
Suara.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan kondisi darurat pascabencana banjir kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan menekankan besarnya kebutuhan hunian dan tekanan ekonomi masyarakat yang masih berlangsung hingga akhir tahun.
Dalam rapat terbatas percepatan pemulihan pascabencana yang diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026), Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengajukan tiga permintaan utama kepada pemerintah pusat.
Armia memaparkan, berdasarkan pendataan pemerintah desa, sebanyak 37.888 unit rumah dilaporkan hilang dan 4.839 unit rumah mengalami rusak berat. Dengan demikian, total kebutuhan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak mencapai 42.727 unit.
"Terima kasih, kami sudah dibantu Danantara untuk hunian sementara sebanyak 600 unit dan nanti ada tambahan lagi untuk huntap dan lainnya," kata Armia.
Selain hunian, Armia menekankan pentingnya dukungan bantuan pangan untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Dengan jumlah penduduk mencapai 313.245 jiwa, pemerintah daerah telah menghitung kebutuhan bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula untuk enam bulan ke depan.
Ia menyebut kondisi ekonomi warga masih sangat berat, terlebih menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
"Pasti masyarakat kami kesulitan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.
Permintaan ketiga yang disampaikan adalah bantuan langsung tunai (BLT) bagi 111.570 kepala keluarga (KK). Armia berharap setiap keluarga dapat menerima bantuan sekitar Rp1 juta pada tahun ini guna meringankan beban ekonomi pascabencana.
"Kami akan buat surat resmi kepada menteri terkait untuk kebutuhan tersebut," katanya.
Baca Juga: Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
Armia menutup laporannya dengan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan berharap percepatan pemulihan dapat segera mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang ke kondisi normal.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah pusat akan melakukan perhitungan ulang kebutuhan anggaran serta mengintegrasikannya dengan data yang ada agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
"Nanti kita hitung dan integrasikan dengan data semua supaya nanti tepat sasaran," kata Presiden.
Berita Terkait
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Tinjau Bencana Sumatra, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiah Rampung, Bisa Dihuni Korban Banjir
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
-
Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model
-
Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung