-
IPB University menunjukkan solidaritas nyata terhadap korban banjir bandang di Sumatera melalui pengiriman logistik pangan hasil riset inovatif, bantuan tim medis, serta program pemulihan psikis bagi kelompok rentan di lapangan.
-
Sebagai langkah taktis, Rektor IPB menetapkan kebijakan keringanan hingga pembebasan UKT selama dua semester bagi mahasiswa terdampak. Kebijakan ini bertujuan memastikan keberlangsungan pendidikan masa depan mahasiswa di tengah masa sulit.
-
Selain penanganan bencana, IPB terus berkomitmen memberdayakan ribuan desa di Indonesia melalui program inovatif One Village One CEO (OVOC) yang sukses menghubungkan hasil produksi petani lokal dengan jaringan pasar modern.
Suara.com - Bencana banjir bandang yang menghantam wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) memanggil solidaritas seluruh elemen bangsa.
Tidak hanya sekadar mengirim doa, IPB University di bawah komando Rektor Dr. Alim Setiawan mengambil langkah taktis dan strategis.
Kampus inovasi ini tidak hanya mengirimkan logistik, tetapi juga mengeluarkan kebijakan yang sangat melegakan bagi mahasiswanya yang menjadi korban keringanan hingga Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Langkah ini merupakan bagian dari aksi jangka menengah IPB setelah sebelumnya terjun langsung dalam fase tanggap darurat.
Kebijakan ini dinilai sangat empatik, mengingat pendidikan adalah aset masa depan yang tidak boleh terputus karena bencana alam.
Bagi mahasiswa IPB yang keluarganya terdampak bencana di Sumatera, pihak kampus tengah mematangkan formula bantuan finansial. Kebijakan ini dirancang berlapis agar tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi mahasiswa pascabencana.
"Terkait UKT, akan diberlakukan beberapa level kebijakan: mulai dari pembayaran secara dicicil, menurunkan nilai UKT, membebaskan pembayaran UKT untuk mahasiswa yang mengambil cuti akademik, hingga menggratiskan sepenuhnya," kata Dr. Alim Setiawan.
Rencananya, kebijakan afirmatif ini akan diberlakukan minimal selama 2 semester. Saat ini, tim manajemen IPB sedang melakukan pengkajian mendalam untuk memverifikasi data mahasiswa agar bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan mereka yang membutuhkan.
Sebelumnya, pada fase tanggap darurat, IPB University telah menunjukkan kelasnya sebagai kampus yang berbasis riset dan inovasi. Bantuan yang dikirimkan bukan sekadar mie instan, melainkan produk pangan berteknologi tinggi hasil riset kampus.
Menurut dia, IPB mengirimkan 13.500 pcs ready to use food khusus untuk balita dan 18.000 pcs nasi steril siap makan yang praktis dan bergizi.
Baca Juga: Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan
Selain itu, tim medis yang terdiri dari 13 dosen/dokter, 15 mahasiswa, dan 8 staf diterjunkan langsung ke titik kritis seperti Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, dan Agam.
Fokus mereka tidak hanya fisik, tetapi juga pemulihan psikis bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Aksi solidaritas "Marandang Basamo" pada 6 Desember 2025 lalu juga menjadi bukti nyata kepedulian sivitas akademika.
Di luar penanganan bencana, rekam jejak IPB dalam memberdayakan masyarakat desa patut diacungi jempol. Hingga tahun 2025, IPB University tercatat telah berkontribusi pada 8.350 desa (9,91%) di seluruh Indonesia.
Salah satu program andalannya yang sangat relevan bagi Gen Z adalah One Village One CEO (OVOC). Program ini bukan sekadar KKN biasa, melainkan membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan petani dengan pasar modern.
"Program One Village One CEO (OVOC) dijalankan menggunakan pendekatan ekosistem bisnis yang dibangun untuk menghubungkan usaha produksi petani denga pasar pasar modern (seperti Indomart, total buah segar, All Fresh, dan lain-lain)," jelasnya.
Berita Terkait
-
Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan
-
Tak Sekadar Bisnis, Wook Group Dorong Pembangunan Sosial di Daerah Rawan Bencana
-
Malam Tahun Baru Jakarta Jadi Wadah Doa Lintas Agama Bagi Korban Bencana Sumatera
-
Tutup Tahun 2025 di Lapangan, Presiden Prabowo Tinjau Pemulihan Bencana di Tapanuli Selatan
-
Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Selesai Besok, Penghuni Dapat Listrik Gratis
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan