Suara.com - Salam, warga yang tewas terkena peluru nyasar di acara pesta pernikahan ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan Anggota DPRD Lampung Fraksi Gerindra, Muhammad Saleh Makaram yang menjadi tersangka kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes umi Fadilah Astutik menyebut korban Salam merupakan keponakan Saleh Makaram.
“Masih ada (hubungan) keluarga, keponakan," kata Umi, saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2024).
Menurutnya, jelang pernikahan berdarah itu, Saleh menyembunyikan senjata api yang dibawanya. Saat peluru diletuskan di acara adat Begawi itu, para tamu histeris dan berhamburan.
"Tersangka membunyikan senpinya seperti itu," ucap Umi.
Umi menjelaskan, di Lampung Tengah memang memiliki tradisi penanda keramaian. Namun masyarakat biasanya menggunakan mercon atau petasan sebagai penanda.
Usai peristiwa tewasnya Salam, Uni mengimbau agar masyarakat menggunakan penanda keramaian yang tidak membahayakan.
"Seyogyanya untuk memeriahkan itu bisa pakai mercon atau gendang-gendang itu, atau pakai apa itu Betawi kan suka ada juga ramai ya kalau acara tanjidor. Apapun lah ya mungkin seperti itu," tandas Umi.
Baca Juga: Anggota DPRD Tembak Mati Warga Di Pesta Nikah Terancam 20 Tahun Penjara
Berita Terkait
-
Anggota DPRD Tembak Mati Warga Di Pesta Nikah Terancam 20 Tahun Penjara
-
Warga Lamteng Tewas Tertembak Anak Buah Prabowo Saat Pesta Adat, Langsung Jadi Tersangka
-
Politisi Gerindra Lampung Tengah Ditahan, Senjata Ilegal Jadi Bukti
-
Tembak Mati Pria karena Ngaku Pernah Diancam, 'Nyanyian' Puput Bikin 2 Rekannya Ikut Tertangkap
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?