Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan adanya seorang murid SMA di Klaten, Jawa Tengah, yang tewas akibat diberi kejutan ulang tahun oleh teman-temannya.
Komisioner KPAI bidang pendidikan Aris Adi Leksono mengatakan peristiwa yang menewaskan Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Fajar Nugroho, itu harus jadi tanggungjawan semua pihak, termasuk sekolah dan keluarga.
"Kalau kegiatannya itu bermula dari inisiasi sekolah tentu menjadi tanggung jawab sekolah. Kemudian keluarga otomatis (bertanggung jawab). Karena keluarga dalam situasi apa pun, kegiatan apa pun anaknya, dia punya tanggung jawab dalam mengawasi, membina, dan membimbing," tutur Aris saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/7/2024).
Diketahui bahwa Fajar mendapatkan kejutan ulang tahun dari keempat temannya dengan diceburkan ke kolam sekolah. Akan tetapi, mereka rupanya tidak tahu kalau ada aliran listrik di dalam kolam.
Aris meminta kepada para sekolah untuk mengingatkan kepada para siswanya agar tidak berlebihan bila ingin memberi kejutan ulang tahun. Terutama, tidak boleh ada unsur kekerasan fisik juga psikis, apalagi yang membahayakan nyawa.
"Satuan pendidikan harus menjadikan ini sebagai pelajaran. Soal bagaimana merayakan ulang tahun tentu perlu ada batasan, terutama bagaimana tidak ada unsur kekerasan sekecil apa pun. Dan tentu edukasi, sosialisasi terus tentang ciri-ciri kesehatan dalam situasi apa pun menjadi penting disuarakan," tuturnya.
Tak hanya sekolah, masyarakat pun harus turut serta berperan menlindungi dan mengingatkan serta mengedukasi anak-anak dalam melakukan tindakan apa pun.
"Mengoptimalkan tripusat pendidikan untuk lakukan edukasi pencegahan yang kemudian akan berdampak sistemik agar tidak terulang kekerasan pada anak pada situasi apa pun," ujar Aris.
Lebih lanjut Aris mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh teman-teman Fajar bisa jadi telah masuk dalam kategori perundungan atau bullying.
"Awalnya ini pasti sengaja kita kerjain. Tapi pada situasi yang mereka tidak memahami ada perangkat yang berbahaya berupa aliran listrik. Saya kira kalau maksudnya untuk ngerjain unsur bullying ada di situ. Tapi akibatnya pada kematian karena disebabkan dia tida tahu ada arus listrik yang sebabkan kematian, itu hal lain yang patut untuk didalami," kata Aris.
Oleh sebab itu, Aris meminta agar kasus tersebut dibawa ke ranah hukum. Tujuannya dibawa ke ranah hukum, selain untuk mengungkap kebenaran peristiwa yang terjadi, menurut Aris juga supaya menimbulkan efek jera sehingga kejadian serupa tidak berulang kembali.
Berita Terkait
-
Kini Selebriti Terkenal, Erika Carlina Dulunya Pernah Jadi Korban Bullying
-
KPAI Minta Tewasnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Gegara Kejutan Ultah Diproses Hukum, Ini Alasannya
-
Kronologi Ketua OSIS SMA Tewas saat Ultah: Sebelum Diceburkan ke Kolam, Fajar Sempat Ditepungi Teman-temannya
-
Ulang Tahun Berujung Maut, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Meninggal Usai Diceburkan ke Kolam
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung