Suara.com - Seorang warga Korea Utara berhasil membelot ke Korea Selatan dengan melintasi perbatasan maritim di Laut Kuning, demikian dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap, pada hari Kamis.
Pembelotan ini terjadi di tengah ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang semakin meningkat, seiring dengan intensifikasi uji coba senjata oleh Korea Utara dan tindakan provokatif lainnya seperti peluncuran balon berisi sampah ke Korea Selatan.
Menurut laporan, dua warga Korea Utara berusaha melarikan diri melalui pulau perbatasan Gyodong, yang terletak kurang dari lima kilometer dari Korea Utara. Namun, militer Korea Selatan hanya berhasil mengamankan salah satu dari mereka.
Insiden ini menandai pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir, seorang warga Korea Utara membelot ke Korea Selatan melalui Laut Kuning.
Sebagian besar pembelot dari Korea Utara biasanya melarikan diri melalui jalur darat ke China, sebelum akhirnya mencapai negara ketiga seperti Thailand dan kemudian Korea Selatan. Namun, pandemi COVID-19 telah memperketat perbatasan Korea Utara, dengan laporan adanya perintah tembak di tempat di sepanjang perbatasan dengan China, sehingga jumlah pembelot yang berhasil menurun drastis sejak 2020.
Meskipun demikian, jumlah pembelot yang mencapai Korea Selatan meningkat hampir tiga kali lipat tahun lalu menjadi 196 orang, termasuk diplomat elit dan mahasiswa yang mencari kehidupan yang lebih baik. Jumlah ini meningkat dari 67 orang pada tahun 2022.
Para ahli percaya bahwa pembelot ini mungkin didorong oleh kondisi kehidupan yang sulit di Korea Utara, termasuk kekurangan pangan dan respons yang tidak memadai terhadap bencana alam.
Direktur strategi semenanjung Korea di Sejong Institute,Cheong Seong-chang menyatakan bahwa banjir parah baru-baru ini telah menyebabkan kerusakan besar di berbagai daerah, termasuk kota-kota, sehingga meningkatkan ketidakpuasan terhadap rezim Korea Utara.
Semantara itu, Pyongyang menganggap pembelotan sebagai kejahatan serius dan memberikan hukuman berat kepada para pembelot, keluarga mereka, dan orang-orang yang terkait dengan insiden tersebut.
Baca Juga: Buntut Panjang Medali Emas Olimpiade 2024 An Se Young di Korea Selatan
Korea Selatan merespons peningkatan ketegangan dengan Korea Utara dengan melanjutkan siaran propaganda di sepanjang perbatasan, menangguhkan kesepakatan militer yang mengurangi ketegangan, dan memulai kembali latihan tembak langsung di dekat perbatasan.
Menteri Pertahanan Korea Selatan, Shin Won-sik, mengatakan kepada komite parlemen bahwa penyelidikan terkait insiden pembelotan ini sedang dilakukan oleh otoritas terkait. Pembelotan terbaru ini menambah daftar panjang warga Korea Utara yang melarikan diri dari negara mereka, mencari kebebasan dan kehidupan yang lebih baik di Korea Selatan.
Berita Terkait
-
Buntut Panjang Medali Emas Olimpiade 2024 An Se Young di Korea Selatan
-
Park Ji Hoon Resmi Teken Kontrak dengan YY Entertainment
-
Song Geon Hee Siap Jalan-Jalan di Pedesaan Korea dalam Variety Show Terbarunya
-
Baru Jadian, Hwang Jung Eum dan Pacar Atletnya Putus
-
Dibuat di Korea, Berlayar untuk Bumi: Inilah Ane Mrsk, Kapal Kontainer Terbesar Pertama Berbahan Bakar Metanol
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno