Suara.com - Kerusuhan yang terjadi di Bangladesh nampaknya membuat kondisi di negara tersebut semakin denting, bahkan kata reformasi saat ini menggema atau bergaung, tentunya hal tersebut bisa saja berimbas kepada pemilu yang terancam ditunda.
Kepala Penasihat pemerintah sementara Bangladesh, Muhammad Yunus baru-baru ini berpidato dengan menyerukan reformasi menyeluruh sebelum pemilihan umum dilaksanakan.
Dalam pidato penting di hadapan para diplomat di Dhaka pada hari Minggu, turut menandai keterlibatan pertama Yunus dengan komunitas diplomatik sejak menjabat pada tanggal 8 Agustus, menyusul pengunduran diri mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina.
Yunus, seorang peraih Nobel, mengambil alih jabatan tersebut di tengah kondisi politik yang bergejolak yang ditandai dengan protes massal dan kekerasan yang berujung pada tergulingnya Hasina.
Dalam pidatonya, Yunus menguraikan peta jalan pemerintahan sementara untuk mewujudkan Bangladesh yang stabil dan demokratis, dimulai dengan pemilu yang bebas, adil, dan partisipatif.
“Kami akan menyelenggarakan pemilu partisipatif yang bebas dan adil segera setelah kami menyelesaikan mandat kami untuk melaksanakan reformasi penting di komisi pemilu, peradilan, administrasi sipil, pasukan keamanan dan media,” katanya.
Pada tanggal 5 Agustus, Hasina, berusia 76 tahun, meninggalkan Bangladesh dengan helikopter ke India ketika pengunjuk rasa menyerbu jalan-jalan di Dhaka. Pemerintahannya selama 15 tahun, yang ditandai dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, berakhir secara dramatis.
Minggu-minggu menjelang penggulingannya penuh dengan pertumpahan darah, dengan lebih dari 450 orang tewas dalam kerusuhan tersebut dan beberapa laporan serangan terhadap komunitas minoritas Hindu di Bangladesh.
Kepala Penasihat mengatakan memulihkan hukum dan ketertiban di negara ini adalah prioritas utama pemerintahannya.
Baca Juga: Benarkah Mpox Bisa Menyerang Siapa Saja? Kasus Terbaru di Filipina Jadi Bukti
“Kita akan mendekati keadaan normal dalam waktu singkat, dengan dukungan yang tak tergoyahkan dari rakyat dan angkatan bersenjata yang patriotik,” kata Yunus.
“Prioritas utama Pemerintahan Sementara adalah mengendalikan situasi hukum dan ketertiban… Angkatan bersenjata akan terus membantu kekuasaan sipil selama situasinya memungkinkan," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal
-
KPK Tahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Budiman Bayu Jadi Tersangka ke-7 Kasus Impor Barang KW
-
2 Tahun Penjara Menanti! Delpedro Cs Dituntut Jaksa Terkait Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Mewah Rp 8,5 Miliar Di Tengah Efisiensi , Ini Respons Golkar!
-
Dissenting Opinion di Kasus Korupsi Minyak Pertamina: Hakim Mulyono Ragukan Unsur Kerugian Negara
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP