Suara.com - Kasus cacar jenis mpox saat ini tengah menjadi perhatian khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasalnya penyakit ini disebut-sebut mudah menyerang siapa saja.
Terbaru kali ini kasus mpox terjadi di Filipina, seorang pria berusia 33 tahun di negara tersebut terserang, padahal tidak ada riwayat perjalanan dalam beberapa waktu terakhir.
Demikian laporan Departemen Kesehatan Filipina mencatat bahwa pasien tersebut mulai mengalami gejala sekitar sepekan yang lalu.
Gejalanya dimulai dengan demam, diikuti oleh ruam yang menyebar di seluruh tubuh pria itu empat hari kemudian.
Kejadian itu menandai kasus pertama mpox yang tercatat di Filipina sejak Desember 2023.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menyatakan wabah mpox sebagai "Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional".
Mpox adalah infeksi virus langka yang bisa sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam yang berkembang dari bintik-bintik menjadi lepuh, dan akhirnya membentuk bisul dan keropeng.
Mpox muncul kembali secara global pada Mei 2022, dengan kasus yang dilaporkan di negara-negara yang sebelumnya tidak pernah melihat virus ini, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Swedia, dan Belgia.
Baca Juga: NWS Keluarkan Peringatan Banjir Bandang Connecticut Amerika Serikat
Kasus terbaru di Filipina ini menyoroti tantangan kesehatan global yang terus berlangsung akibat penyakit ini. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
-
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex