"Gunung es itu membawa ancaman nyata bagi pelayaran," kata mereka.
"Kita beruntung gunung es itu terpantau dengan baik lewat citra satelit, sehingga kapal penangkap ikan, kapal penelitian, dan kapal pesiar modern bisa merencanakan jalur aman untuk menghindarinya."
Menurut para ilmuwan, gunung es besar bisa mengaduk-aduk dasar laut sehingga melepaskan lebih banyak nutrisi dan karbon bagi makhluk hidup di sana, tetapi juga bisa membahayakan kehidupan dasar laut.
Berputar cepat, mencair lebih cepat
Eric Rignot, seorang peneliti bumi di Universitas California, mengatakan bahwa gunung es itu akan mencair lebih cepat dalam pusaran tersebut.
Hal itu disebabkan oleh pertukaran panas yang lebih besar dengan laut sehingga kemungkinan besar gunung es itu akan mulai hancur lebih cepat.
"Gunung es itu kemungkinan akan pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil," kata dia, seraya menambahkan bahwa pencairan itu tidak terkait dengan perubahan iklim.
"Gunung es ini mencair karena berada di lingkungan yang lebih hangat dan lebih asin sejak awal. Semua gunung es yang hanyut ke laut akan mencair," kata Rignot.
Dia menambahkan bahwa putaran A23a disebabkan oleh sirkulasi laut. Karena memiliki kekuatan inersia yang sangat besar, gunung es itu bisa terus berputar selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Taman Nasional Antartika Diresmikan untuk Lindungi Ekosistem, Iklim dan Pencemaran Jadi Tantangan
Tetap di pusaran untuk waktu yang lama
Burcu Ozsoy, kepala Institut Penelitian Arktik yang berbasis di Gebze, Turki, mengatakan bahwa A23a akan bergerak sesuai dengan kekuatan dan arah pusaran untuk beberapa waktu lagi.
Mengingat kedalaman A23a, "gunung es ini akan mempertahankan posisinya saat ini untuk waktu yang lama tanpa mencair atau bergerak ke wilayah yang lebih hangat," kata dia. Sumber: (Antara/Anadolu)
Berita Terkait
-
Taman Nasional Antartika Diresmikan untuk Lindungi Ekosistem, Iklim dan Pencemaran Jadi Tantangan
-
Ilmuwan: Prediksi Meleset, Ternyata Es di Antartika Mencair Lebih Cepat
-
6 Fakta Menarik Anjing Laut yang Miliki Kemampuan Adaptasi Luar Biasa!
-
Antartika: Negeri Tanpa Tuan dengan Berbagai Potensi
-
Bukan Sahara, Inilah Deretan 5 Gurun Terluas di Dunia
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?
-
Waspada! Daerah Ini Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Minggu Ini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi