Suara.com - Tahun ini, Universitas Teknologi Kimia Beijing (BUCT) mencetak surat penerimaannya pada material komposit serat karbon inovatif yang tebalnya hanya 0,2 milimeter namun setajam dan sekuat pisau.
Meskipun sebagian besar surat penerimaan universitas biasanya disimpan di lemari setelah siswa mengetahui bahwa mereka telah diterima, mahasiswa baru yang diterima di Universitas Teknologi Kimia Beijing sibuk menggunakan surat penerimaan mereka sebagai alat serbaguna.
Banyak dari mereka yang membagikan video dirinya menggunakan surat pengakuan yang kokoh untuk memotong semua jenis buah-buahan, bahkan melon, mencincang potongan daging, dan memegangnya di atas api terbuka untuk membuktikan bahwa buah-buahan tersebut tidak gosong atau meleleh. Setelah beberapa video ini menjadi viral, juru bicara universitas Tiongkok mengklarifikasi bahwa surat penerimaan tahun ini dibuat dari materi inovatif yang dikembangkan di institusi pembelajaran tersebut.
“Surat penerimaan yang terbuat dari serat karbon tidak hanya menunjukkan kemampuan luar biasa universitas kami di bidang material komposit serat karbon tetapi juga menandai transformasi material komposit serat karbon buatan Tiongkok dari penggunaan industri kelas atas menjadi aplikasi sehari-hari,” Yang Xiaoping, seorang profesor di Sekolah Tinggi Sains dan Teknik Material BUCT, mengatakan.
Dengan ketebalan hanya 0,2 milimeter, surat penerimaan Universitas Teknologi Kimia Beijing yang didambakan ini sangat fleksibel namun cukup kuat untuk memotong semangka, seperti yang ditunjukkan dalam beberapa video viral di media sosial Tiongkok. Surat-surat tersebut kemudian dikenal sebagai “tak terkalahkan” secara online.
Meskipun bangga dengan bahan serat karbon inovatifnya, BUCT mendesak mahasiswa baru yang menerima surat penerimaan untuk berhenti menyalahgunakan bahan tersebut dengan melakukan eksperimen berbahaya, dan sebaliknya menghargainya.
Berita Terkait
-
Mau Operasi Ganti Kelamin, Pria di China Gugat RS karena Dipaksa Terapi Setrum
-
Beda Adab Kaesang-Erina vs Anak Presiden Xi Jinping: Bak Bumi Langit, Dibongkar Warga China Langsung
-
5 Universitas Swasta di Bandung dengan Fasilitas Terlengkap, Mau Kuliah di Sini?
-
Beragam Genre, Ini 5 Drama China Wan Peng yang Tayang di WeTV
-
Cek Fakta: Pulau Kalimantan Terancam Dijadikan Jaminan Utang ke China, Benarkah?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal