Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, akan menyiapkan posisi khusus untuk Airlangga Hartarto di kepengurusan DPP Partai Golkar 2024-2029. Sebab, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu diakuinya telah berkontribusi besar selama menjabat.
Hal ini disampaikan Bahlil usai mengumumkan struktur kepengurusan inti DPP Partai Golkar 2024-2029 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Terkait posisi apa yang akan diberikan kepada Airlangga, Bahlil mengatakan nantinya akan dibahas di internal partai berlambang pohon beringin.
"Kami dari DPP Golkar akan sangat menghargai jerih payah Pak Airlangga dan untuk urusan berikutnya kami akan membicarakan untuk diputuskan," kata Bahlil.
Kesuksesan Airlangga memimpin Golkar, diakui Bahlil, salah satunya ialah dengan meningkatnya perolehan kursi di Pileg 2024. Di mana partai berlogo pohon beringin memperoleh 102 kursi atau naik 17 kursi dari Pileg sebelumnya.
Selain akan memikirkan posisi Airlangga di Partai Golkar, Bahlil mengklaim juga akan memikirkan posisi Airlangga di jajaran menteri kabinet presiden dan wakil presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
"Yang jelas Pak Airlangga adalah tokoh yang harus diberikan tempat secara proporsional, baik di pemerintahan khususnya, karena itu tanggung jawab moral daripada Golkar, dan kemudian di partai," katanya.
Terpilih Aklamasi
Bahlil resmi menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2024-2029 berdasar hasil Masyarakat Nasional atau Munas XI Partai Golkar yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (21/8/2024). Ia terpilih melalui proses aklamasi untuk menggantikan Airlangga Hartarto yang mengundurkan diri.
Baca Juga: Bukan Jokowi, Bahlil Lahadalia Tunjuk AGK jadi Ketua Dewan Pembina Golkar
Selain terpilih sebagai ketua umum, Bahlil juga ditunjuk sebagai formatur tunggal yang berwenang penuh untuk menyusun kepengurusan Partai Golkar 2024-2029.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM tersebut sejauh ini baru mengumumkan jajaran pengurus inti DPP Partai Golkar. Berikut daftarnya:
- Sekretaris Jenderal atau Sekjen: Muhammad Sarmuji
- Wakil Sekjen: Puteri Komarudin
- Bendahara Umum: Sari Yuliati
- Wakil Bendahara Umum: Dyah Roro Esti
- Wakil Ketua Umum: Adies Kadir, Ace Hasan Syadzily, Melkiades Laka Lena, dan Wihaji
- Ketua Dewan Pembina: Agus Gumiwang Kartasasmita.
Berita Terkait
-
Riwayat Pendidikan Wanda Hamidah, Tegas Pilih Keluar dari Partai Golkar
-
Bahlil Sebut Ada Raja Jawa, Bikin Megawati Ketawa: Kayak Dia Ngerti Artinya Raja Jawa
-
Tunjuk Muhammad Sarmuji hingga Puteri Komarudin, Susunan Pengurus Baru Golkar Era Bahlil
-
Bukan Jokowi, Bahlil Lahadalia Tunjuk AGK jadi Ketua Dewan Pembina Golkar
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis