Suara.com - Sejumlah masyarakat khususnya opisisi secara keras menolak hasil pemilu atau pemilihan Presiden Venezuela yang memenangkan Nicolas Maduro. Penolakan demi penolakan pun hingga kini masih terus berkumandang, bahkan ada sebagian negara menginginkan pemilu ulang.
Tidak hanya itu saja, aksi demo hingga ricuh pun terjadi menolak hasil pemilu Venezuela yang dimenangkan Nicolas Maduro.
Namun, baru-baru ini ditengah masyarakat mengamuk hingga menolak dan meminta pemilu ulang, karena dinilai tidak transparan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro merombak total kabinet.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan akan merombak kabinet pada Kamis (29/9) di tengah meningkatnya ketegangan politik dan pengawasan internasional setelah pelaksanaan pemilihan presiden 28 Juli.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez tetap pada posisinya sekaligus menjabat sebagai Menteri Perminyakan. Menteri Luar Negeri Yvan Gil dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino juga melanjutkan tugas mereka.
Sementara itu, Diosdado Cabello, seorang tokoh terkemuka dari partai yang berkuasa, menjadi Menteri Dalam Negeri yang baru di negara Amerika Selatan tersebut.
Hector Obregon akan mengambil alih posisi sebagai presiden PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela.
Maduro mengatakan bahwa perubahan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi reformasi dan mempromosikan "demokrasi yang lebih dinamis dan langsung" dalam siaran televisi negara.
Perombakan ini terjadi ketika partai oposisi mengklaim kemenangan dalam pemilihan 28 Juli, yang bertentangan dengan pernyataan Maduro.
Baca Juga: Jepang Dilanda Angin Topan Dahsyat! Peringatan Tertinggi Ditetapkan Badan Meteorologi
Protes telah meletus di seluruh negeri, dengan para pemimpin oposisi meminta transparansi dan pembebasan pada akses data perhitungan suara.
Pada Kamis (1/8), Mahkamah Agung Venezuela memutuskan bahwa Maduro memenangkan pemilihan presiden.
Namun, beberapa negara di tingkat regional dan global menolak mengakui hasil tersebut "kecuali catatan pemilu diverifikasi secara transparan." [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
-
No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung
-
Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya
-
Pramono Anung ke Jajaran: Tertibkan Parkir Liar Harus Tegas, Tapi Jangan Berlebihan!
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat
-
Sensor Media Venezuela Bikin Warga Kalang Kabut Cari Keluarga yang Terjebak Pascagempa Bumi
-
Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?