2. Tanah dan bangunan seluas 198 m² di Bandung dengan nilai Rp343.926.000.
3. Tanah dan bangunan seluas 1134 m² di Bandung dengan nilai Rp2.644.716.000.
4. Tanah seluas 372 m² di Bandung dengan nilai Rp2.092.500.000.
5. Tanah dan bangunan seluas 300 m² di Bandung dengan nilai Rp603.900.000.
6. Tanah seluas 372 m² di Bandung dengan nilai Rp748.836.000.
7. Tanah dan bangunan seluas 162 m² di Bandung dengan nilai Rp4.500.000.000.
Kendaraan dan Mesin senilai Rp380.000.000
1. Mobil KIA Sorento SUV tahun 2014 seharga Rp200.000.000.
2. Motor Vespa tahun 2015 seharga Rp10.000.000.
Baca Juga: Profil Masoem Group, Mesin Uang Yena Iskandar Calon Wakil Wali Kota Bandung
3. Mobil Honda minibus tahun 2017 seharga Rp90.000.000.
4. Mobil Honda minibus tahun 2017 seharga Rp80.000.000.
Surat Berharga senilai Rp14.191.000.
Hutang: Rp0.
Di tahun 2024, Yena Iskandar pernah disebut-sebut memiliki ambisi kuat untuk meraih kekuasaan politik, terutama mengingat pengalamannya yang pernah gagal dalam pencalonan sebelumnya.
Meski demikian, Yena Iskandar menegaskan bahwa niatnya bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan karena keinginan tulus untuk mengabdi kepada masyarakat.
Yena berharap, jika terpilih sebagai Wali Kota Bandung, ia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan berdampak positif bagi warga Bandung. Selain itu, ia berkomitmen untuk membawa perubahan yang signifikan dan membangun kota Bandung menjadi lebih baik.
Seperti itulah rincian harta dan kekayaan Yena Iskandar calon kepala daerah dalam Pilwalkot Bandung 2024 yang nyaris Rp 30 M dan tidak memiliki utang.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Profil Masoem Group, Mesin Uang Yena Iskandar Calon Wakil Wali Kota Bandung
-
Silsilah Keluarga Yena Iskandar, Keturunan Pengusaha Terkenal di Bandung
-
Profil Yena Iskandar, Calon Wakil Wali Kota Bandung yang Diusung PSI
-
Ini Deretan Orang Terkaya Klien Hotman Paris, Supercar Bak Remah-remah
-
Mengenal Profil 4 Orang Terkaya RI yang Ikut Upacara di IKN, dari Aguan hingga Prajogo Pangestu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT