Pyongyang membuka akun Twitter sendiri pada tahun 2010 dalam upaya untuk menarik minat orang asing terhadap negara tersebut.
Namun, aplikasi tersebut telah diblokir bersama dengan Facebook, Youtube, dan situs web perjudian dan pornografi sejak April 2016.
Akses internet di luar beberapa situs web pemerintah berada di bawah pengawasan ketat pemerintah di rezim yang tertutup itu, dengan akses dibatasi hanya untuk beberapa pejabat tinggi.
5. Myanmar
X telah diblokir sejak Februari 2021, ketika pihak berwenang membidik aplikasi tersebut karena penggunaannya oleh para penentang kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi.
Sejak itu, junta militer terus mengendalikan ketat akses internet di Myanmar.
6. Rusia
Akses ke Twitter dibatasi sejak 2021 oleh Moskow, yang mengeluhkan situs tersebut memungkinkan pengguna menyebarkan "konten ilegal".
Larangan resmi diberlakukan pada Maret 2022, tepat setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: 3 Cara Gampang Melacak Jejak Digital Sebuah Akun X atau Twitter
Banyak pengguna Rusia terus terhubung ke X melalui layanan VPN yang memungkinkan mereka melewati pemblokiran.
7. Pakistan
X telah dilarang sejak pemilihan parlemen pada Februari tahun ini.
Pemerintah Pakistan, yang didukung oleh militer, mengatakan pemblokiran itu dilakukan demi alasan keamanan.
Mantan perdana menteri Imran Khan -- yang sekarang di penjara -- menjadi sasaran tuduhan penipuan yang tersebar luas melalui platform tersebut terhadap partai oposisinya.
8. Venezuela
Nicolas Maduro, yang dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden bulan Juli meskipun ada kecurigaan besar akan penipuan, memerintahkan penangguhan akses ke X selama 10 hari pada tanggal 9 Agustus saat pasukan keamanan dengan kekerasan membubarkan demonstrasi nasional.
Pemblokiran itu tetap berlaku setelah berakhirnya periode 10 hari.
9. Brasil
Pemblokiran negara itu terhadap X berasal dari badan peradilan, melalui hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes.
Ia menyoroti pengaktifan kembali akun-akun yang telah diperintahkan untuk ditangguhkan oleh pengadilan Brasil.
Pengguna yang terhubung ke X melalui VPN menghadapi denda sebesar 50.000 real ($8.900) per hari.
Berita Terkait
-
3 Keuntungan Timnas Indonesia jika Naturalisasi Eks Penyerang Timnas Brasil U-20
-
Kenalan Sama Yamaha X Force: Semungil Honda Beat, Mesin Buas bak NMAX
-
Fufufafa Trending di X, Warganet Beberkan Bukti Akun Kaskus Milik Gibran Rakabuming
-
Eks Striker Timnas Brasil U-20 Punya Mimpi Bela Timnas Indonesia
-
3 Cara Gampang Melacak Jejak Digital Sebuah Akun X atau Twitter
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa