Suara.com - Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa polisi telah menemukan barang bukti mengenai kasus dugaan perundungan atau bullying terhadap mendiang dokter Aulia Risma, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Untuk itu, Muhadjir meminta masyarakat menunggu hasilnya dan percayakan proses hukumnya kepada polisi.
"Berdasarkan penjelasan dari Pak Menkes, persoalannya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian akan bertindak, akan melakukan pemeriksaan karena sudah diketemukan bukti-bukti awal. Kita tunggu saja nanti hasilnya," kata Muhadjir ditemui di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Muhadjir juga mengingatkan, publik jangan sampai terpengaruh isu liar yang beredar di media sosial.
"Mana yang salah dan mana yang tidak salah, nanti biar diperiksa lebih saksama dan lebih cermat," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengungkap bahwa ada dugaan 'pemalakan' pada kasus perundungan dokter Undip tersebut. Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengungkap ada permintaan uang di luar biaya pendidikan resmi.
Tindakan itu dilakukan oleh oknum-oknum dalam program PPDS dengan meminta uang berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 40 juta per bulan.
"Berdasarkan kesaksian, permintaan ini berlangsung sejak almarhumah (dokter Aulia Risma) masih di semester 1 pendidikan atau di sekitar Juli (2022) hingga November 2022," kata Syahril dalam keterangan resmi, Minggu (1/9).
Dari hasil investigasi, Kemenkes juga menemukan kalau dokter Aulia Risma ditunjuk sebagai bendahara angkatan yang bertugas menerima pungutan dari teman seangkatannya.
Baca Juga: Menkes Geram Bullying Kedokteran Undip Ditutup-tutupi: Sudah Saatnya Dihentikan!
Kemudian, mendiang ditugaskan menyalurkan uang tersebut untuk kebutuhan non-akademik, seperti membiayai penulis lepas untuk naskah akademik senior, menggaji OB, dan berbagai kebutuhan senior lain.
Syahril menegaskan pungutan yang dilakukan para senior itu memberatkan almarhumah dan keluarga. Kemenkes menduga kalau hal itu yang turut jadi pemicu awal Aulia Risma tertekan dalam urusan akademik karena tak menduga pungutan biaya dengan nominal besar.
Berita Terkait
-
MISSER Team FK Undip Raih Penghargaan Internasional Bergengsi di Indonesian Inventors Day 2024
-
Menkes Geram Bullying Kedokteran Undip Ditutup-tutupi: Sudah Saatnya Dihentikan!
-
Sosok Yan Wisnu Prajoko, Dekan FK Undip Dilarang Praktik di RS Kariadi Buntut Kasus Dokter PPDS
-
PMM UMM Pererat Kebersamaan di SDN 01 Tajinan Lewat Sosialisasi dan Lomba
-
Mengatasi Ancaman Narkoba dan Media Sosial: Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif