Pada tahun 2023, Faisal Basri sempat debat dengan Presiden Jokowi tentang kebijakan hilirisasi nikel. Awalnya, Faisal menyebut China mendapatkan keuntungan besar dari kebijakan hilirisasi nikel Indonesia, yang presentasenya mencapai 90% dari total keuntungan.
Faisal menilai bahwa kebijakan seperti itu hanya menguntungkan negara lain, utamanya China yang memiliki smelter nikel di tanah air. Akibatnya, Indonesia hanya akan mendapatkan keuntungan 10% dari kebijakan tersebut.
2. Kebijakan Impor 3 Juta Ton Beras
Pada bulan April 2024, Faisal Basri kembali mengungkapkan pendapatnya mengenai impor beras yang dilakukan jelang Pemilu 2024.
Faisal menganggap kebijakan tersebut sangat janggal dan menyampaikan kritiknya saat dihadirkan sebagai ahli oleh Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam sidang sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Faisal, saat itu produksi beras hanya turun kisaran 600 ribu ton, namun pemerintah mengimpor sebanyak 3 juta ton beras. Padahal, wajarnya pemerintah mengimpor beras sesuai dengan angka kekurangan produksi supaya harga tetap stabil.
Kebijakan tersebut dinilai tak masuk akal oleh Faisal Basri, karena harga beras melonjak tinggi pada Februari 2024. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa kebijakan impor beras itu dilakukan demi kepentingan politik.
3. Soroti Proyek IKN yang Bebani APBN
Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) juga tak luput dari kritik tajam Faisal Basri. Faisal menilai pemerintah tidak memiliki rencana matang terkait pembangunan IKN.
Baca Juga: Faisal Basri Meninggal Dunia, Ernest Prakasa hingga Pandji Beri Penghormatan Terakhir
Skema pembiayaan proyek tersebut dianggap tidak jelas karena pada awalnya pemerintah tidak akan menggunakan APBN. Namun, akhirnya pemerintah mengumumkan bahwa proyek tersebut akan lebih banyak dibebankan pada APBN.
Faisal Basri mengatakan bahwa proyek tersebut tak hanya meleset, tapi juga ngawur dan tidak dikerjakan dengan baik.
4. Kritik terhadap Kebijakan Ekspor Timah
Ketika Presiden Jokowi merencanakan ekspor timah, Faisal Basri menentang keras karena jenis komoditas yang dilarang adalah ingot atau batang timah.
Sejak dulu, Indonesia tidak mengekspor timah dalam bentuk biji karena hal itu sudah dilarang, sedangkan menurut Faisal, Jokowi menyamakan biji nikel dengan biji timah.
Faisal juga mempertanyakan ke mana PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk haru smenyalurkan timah tersebut. Terlepas dari hal tersebut, ia juga meminta pemerintah memikirkan warga Bangka Belitung yang terdampak larangan ekspor timah.
Itulah ulasan mengenai jejak karier Faisal Basri dan kritik kerasnya kepada Jokowi tentang berbagai kebijakan pemerintah.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Faisal Basri Meninggal Dunia, Ernest Prakasa hingga Pandji Beri Penghormatan Terakhir
-
Faisal Basri Sakit Apa? Sempat Dirawat di Rumah Sakit Sebelum Tutup Usia
-
Kerap Beda Pandangan, Luhut Merasa Kehilangan Sosok Faisal Basri: Beliau Kritis Untuk Memperbaiki
-
Kenang Faisal Basri, Menko Luhut: Beliau Kritis, Tapi Berjasa Terhadap Perekonomian RI
-
Didik Rachbini: Faisal Basri Adalah Oposisi Nyata Buat Jokowi
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?