- BBPJN Jateng-DIY memastikan 1888,69 kilometer jalan nasional siap untuk arus mudik Lebaran 2026 dengan kemantapan 94,20 persen.
- Otoritas jalan mengidentifikasi total 46 titik rawan kemacetan/kecelakaan dan 23 titik rawan bencana alam di wilayah tersebut.
- Seluruh proyek fisik dihentikan sementara, namun penanganan lubang jalan tetap dilakukan; 23 posko pantau telah didirikan.
Suara.com - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah mematangkan persiapan infrastruktur guna menyambut pemudik pada Lebaran 2026.
Kepala Bidang Preservasi I BBPJN Jateng-DIY, Fajar Triawan, mengungkapkan data mendetail mengenai bentang jalan yang siap dilintasi oleh para pengendara.
"Panjang jalan nasional kami 1888,69 kilometer. Terdiri dari 296 ruas," ujar Fajar di Posko Kementerian PU di Klonengan, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).
Otoritas jalan nasional ini memastikan jalur sepanjang ribuan kilometer tersebut kini berada dalam kondisi prima dengan tingkat kemantapan yang mencapai angka signifikan.
"Dengan rata-rata kondisi kemantapan 94,20 persen," kata Fajar.
Fokus pemantauan saat ini diarahkan pada lintasan penghubung yang menjadi urat nadi pergerakan kendaraan dari arah barat menuju selatan Jawa.
"Saat ini, kita posisi di Lintas Penghubung yang kita saat ini berdiri di sini, yaitu penghubung dari Pejagan sampai arah ke Cilacap ataupun ke Purwokerto," jelas Fajar lagi.
Meski kondisi jalan secara umum sudah mantap, tim di lapangan tetap mewaspadai puluhan lokasi yang memiliki risiko tinggi bagi para pengguna jalan.
Pemetaan komprehensif telah dilakukan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh kepadatan kendaraan maupun faktor alam.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026
"Kami juga mengidentifikasi titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan di ruas jalan, sebagaimana sebarannya yaitu terdiri dari total 46 titik," kata dia.
"Kemudian juga kami mengidentifikasi titik rawan bencana pada ruas jalan nasional. Terdiri dari 23 titik rawan bencana di Jawa Tengah, yang terdiri dari 14 titik rawan banjir, kemudian 9 titik rawan longsor," Fajar menambahkan.
Sebagai langkah konkret, seluruh proyek pengerjaan fisik di sepanjang jalur mudik diinstruksikan untuk berhenti beroperasi sementara waktu.
Kebijakan ini diambil guna memastikan tidak ada penyempitan jalur akibat aktivitas alat berat yang dapat memicu antrean kendaraan.
"Namun untuk pekerjaan preservasi jalan apabila terdapat lubang jalan, kami tetap lakukan penanganan," tegas Fajar.
Dukungan teknis berupa penyediaan alat penanggulangan darurat atau Disaster Relief Unit (DRU) juga telah disiagakan di berbagai titik strategis.
Berita Terkait
-
Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta
-
Antisipasi Penumpukan Pemudik, Pemerintah Lakukan Antisipasi Lalin Hingga Terapkan WFA
-
Mayoritas Pemudik Pakai Mobil Pribadi, Bagaimana Kesiapan Ruas Jalan Tol dan Non Tol?
-
DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok