-
Perang hari ke-13 mengakibatkan 1.300 orang tewas dan ancaman terhadap aset ekonomi Amerika.
-
Mojtaba Khamenei dikabarkan terluka dalam serangan udara sementara Selat Hormuz resmi ditutup Iran.
-
Pemerintah Iran menolak tegas gencatan senjata sebelum ada jaminan keamanan permanen bagi negara.
Suara.com - Konfrontasi bersenjata di kawasan Timur Tengah semakin tidak terkendali setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer intensif sejak akhir Februari lalu.
Memasuki pekan kedua pertempuran, intensitas ledakan dilaporkan meningkat di berbagai titik strategis wilayah kedaulatan Iran.
Data terbaru menunjukkan bahwa agresi militer ini telah merenggut nyawa lebih dari 1.300 orang dalam kurun waktu tiga belas hari saja.
Situasi semakin genting ketika fasilitas perbankan di pusat kota Teheran menjadi sasaran tembak yang memicu kemarahan besar otoritas setempat.
Pemerintah Iran merespons tindakan tersebut dengan mengeluarkan peringatan keras untuk menyasar seluruh kepentingan ekonomi milik Gedung Putih dan Zionis.
Berdasarkan laporan resmi per hari Rabu kemarin, sekitar 10.000 penduduk sipil kini menanggung dampak langsung dari rentetan bom yang jatuh.
Lembaga HRANA merinci bahwa angka kematian terdiri dari 1.262 masyarakat umum serta 190 anggota pasukan militer yang gugur di medan laga.
Sorotan dunia kini tertuju pada nasib Mojtaba Khamenei, sosok pemimpin penting Iran yang dikabarkan menjadi korban dalam serangan udara tersebut.
Saluran televisi pemerintah menyebutkan bahwa sang tokoh mengalami cedera serius dalam peristiwa yang mereka istilahkan sebagai perang Ramadan.
Baca Juga: Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
Pihak New York Times melalui informan internal mengungkapkan bahwa korban menderita luka pada bagian kaki akibat ledakan besar yang terjadi.
"Mojtaba mengalami luka, termasuk di bagian kaki, tapi dia sadar dan berlindung di tempat paling aman dengan akses komunikasi terbatas," tulis NYT.
Meskipun laporan cedera menguat, Yousef Pezeshkian selaku penasihat pemerintah memberikan pernyataan yang berbeda terkait kondisi kesehatan pemimpin tersebut.
"Mereka bilang ke saya, terima kasih Tuhan, dia selamat dan sehat," kata Yousef.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah berada dalam posisi siap tempur untuk mengincar titik-titik vital ekonomi lawan.
Komando Khatam Al Anbiya secara spesifik menegaskan bahwa bank-bank yang berafiliasi dengan Amerika Serikat kini menjadi target sah mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Pria 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta