News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:05 WIB
FBI mengeluarkan peringatan darurat kepada aparat penegak hukum di California terkait kemungkinan serangan drone yang diduga direncanakan oleh Iran. (fbi.gov)
Baca 10 detik
  • FBI memperingatkan aparat penegak hukum California tentang potensi serangan drone yang direncanakan Iran pada Februari 2026.
  • Serangan diduga akan menggunakan drone Shahed-136 dari kapal tak dikenal mengarah ke target di California.
  • Ancaman ini muncul di tengah peningkatan ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran saat ini.

Suara.com - FBI mengeluarkan peringatan darurat kepada aparat penegak hukum di California terkait kemungkinan serangan drone yang diduga direncanakan oleh Iran.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah konflik militer antara Washington dan Teheran.

Dalam memo internal, FBI menyebut Iran diduga mempertimbangkan serangan menggunakan kendaraan udara tak berawak dari kapal yang tidak teridentifikasi di lepas pantai Amerika Serikat.

Serangan tersebut disebut berpotensi menyasar target di negara bagian California.

“Kami baru-baru ini memperoleh informasi bahwa pada awal Februari 2026, Iran diduga berupaya melakukan serangan mendadak menggunakan UAV dari kapal tak dikenal di dekat wilayah Amerika Serikat, khususnya terhadap target yang tidak disebutkan di California,” bunyi peringatan FBI dilansir dari NY Post.

Drone yang dikhawatirkan digunakan adalah jenis Shahed-136 loitering munition, drone kamikaze buatan Iran yang telah digunakan dalam berbagai konflik.

Namun hingga kini, FBI menyatakan belum memiliki informasi tambahan mengenai waktu, metode, maupun target spesifik dari serangan tersebut.

Peringatan itu dikirim ke berbagai departemen kepolisian di seluruh California.

Negara bagian tersebut diketahui memiliki salah satu komunitas warga keturunan Iran terbesar di Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Bombardir Pangkalan Perang AS, 13 Antek Zionis Tewas dan 100 Luka-luka

Gubernur California, Gavin Newsom, mengakui ancaman tersebut cukup serius.

“Isu drone menjadi perhatian utama kami. Kami telah mengetahui informasi itu dan bekerja sama dengan pusat operasi negara bagian,” katanya.

Newsom juga mengaku belum berdiskusi langsung dengan Presiden AS, Donald Trump, mengenai ancaman tersebut.

“Saya berharap presiden berbicara langsung kepada rakyat Amerika tentang situasi ini dan apa tujuan akhirnya.”

Sementara itu, penilaian ancaman dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyebut Iran dan sekutunya kemungkinan menimbulkan ancaman serangan terbatas terhadap Amerika Serikat.

Namun laporan tersebut menilai serangan fisik berskala besar masih kecil kemungkinannya.

Load More