Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia (AII), Usman Hamid mengingatkan pemerintah yang masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satu kasus yang belum terselesaikan ialah pembunuhan Munir Said Thalib.
Akan tetapi, Usman menyayangkan tindakan negara yang seolah tak ada inisiatif mengungkap kebenarkan kasus munir yang telah berlalu 20 tahun.
"Kami ingatkan kembali tanggung kawab negara terhadap kasus pembunuhan pejuang HAM Munir. Kami juga menyayangkan tidak ada lagi inisiatif formal dari negara termasuk langkah hukum untuk menimbang dibuka kembali kasus ini," kata Usman dalam konferensi pers 20 Tahun Pembunuhan Munir di Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Dia menekankan bahwa pembunuhan Munir bukan kejahatan biasa. Sebab, kronologi kematiannya terjadi begitu sistematis, di mana Munir meninggal akibat minumannya diracun saat dalam perjalanan pesawat dari Jakarta ke Belanda menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Usman menyebut ada keterlibatan petinggi negara, khususnya intelejen negara serta pihak maskapai penerbangan udara.
"Pembunuhan memang mungkin direncanakan satu orang, tapi perencanaan pembunuhan Munir tidak mungkin dilakukan oleh seseorang saja," ujarnya.
Menurut Usman, motif pembunuhan Munir sulit dilepaskan dari perjuangannya mereformasi sistem militer dan demokrasi. Sebab, sebelum dibunuh, Munir sempat menyoroti Rancangan Undang-Undang TNI Tahun 2004 dan RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Tahun 2004.
“Kedua Undang Undang itu disahkan tidak jauh saat momen Munir dibunuh,” kata Usman.
Diketahui, Munir tengah melakukan perjalanan ke Belanda untuk menempuh pendidikannya di Universitas Utrecht, Amsterdam, Belanda, pada 2004.
Baca Juga: Putri Munir Tagih Jokowi, Diva Suukyi Larasati: Selesaikan Janji Kalian ke Ibu Saya!
Dia naik pesawat Garuda Indonesia GA-974 yang sempat melakukan transit di Bandara Changi, Singapura. Namun, Munir kemudian tewas dibunuh pada 7 September 2004 dalam penerbangan tersebut, tak lama setelah menenggang minuman.
Tag
Berita Terkait
-
Putri Munir Tagih Jokowi, Diva Suukyi Larasati: Selesaikan Janji Kalian ke Ibu Saya!
-
Jejak Digital Silfester Dikuliti usai Maki-maki Rocky Gerung: Bela Kaesang hingga Dihukum Gegara Fitnah JK
-
Trending Lagi! Kini Muncul Poster Kaesang "Dicari Orang Hilang", Jokowi Kena Cibir: Gak Malu Mulyono Punya Anak Begini
-
Kutuk Aksi Penutupan Masjid Ahmadiyah di Garut, Usman Hamid: Diskriminasi Nyata dan Pelanggaran Serius Negara!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir