Suara.com - Lebanon diguncang serangkaian ledakan pada hari Selasa setelah ribuan pager, yang diduga digunakan oleh kelompok militan Hizbullah, meledak secara serentak di seluruh negeri. Ledakan terkoordinasi tersebut menewaskan sedikitnya sembilan orang dan menyebabkan lebih dari 3.000 orang terluka.
Ledakan terjadi di berbagai tempat umum, dengan laporan membanjiri toko kelontong, pasar jalanan, dan lokasi ramai lainnya. Rekaman video dari sebuah toko kelontong menunjukkan seorang pria sedang berbelanja ketika pager yang terpasang di pinggangnya tiba-tiba meledak, melemparkannya ke tanah. Para pengamat berlarian ketakutan saat kekacauan meletus di sekitar mereka.
Karena pager merupakan teknologi yang ketinggalan zaman, perhatian telah beralih ke perangkat yang lebih modern seperti telepon pintar, yang digunakan secara luas oleh miliaran orang di seluruh dunia. Mungkinkah kerusakan serupa terjadi pada telepon pintar?
Gagasan peretas yang mengubah telepon pintar menjadi bom memang menakutkan tetapi tidak mungkin. Kompleksitas dan perlindungan teknologi telepon pintar meminimalkan risiko.
Penggunaan pager oleh Hizbullah bermula dari masalah keamanan. Lebih sederhana dan kurang terhubung, pager lebih sulit dilacak dan diretas. Namun, laporan menunjukkan bahan peledak mungkin telah tertanam di pager.
Laporan New York Times berspekulasi bahwa intelijen Israel telah memasukkan bahan peledak ke dalam pager yang dipesan dari produsen Taiwan, meskipun perusahaan tersebut membantah klaim tersebut. Jika benar, ini menunjukkan bahwa ledakan itu dipicu dari jarak jauh melalui cara-cara canggih.
Terkait telepon pintar, telepon pintar lebih rumit, dengan sistem perangkat lunak dan koneksi jaringan. Secara teori, peretas dapat mengeksploitasi kerentanan dalam firmware telepon pintar untuk menyebabkan panas berlebih atau malfungsi, tetapi serangan skala besar akan jauh lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan pager.
Ini karena telepon pintar memiliki beberapa lapisan keamanan dan langkah-langkah keselamatan untuk mencegah baterai terlalu panas.
Ponsel pintar modern dilengkapi dengan mekanisme keamanan bawaan seperti sirkuit pengaturan suhu, yang secara otomatis memutus pengisian daya saat perangkat terlalu panas. Sistem pendingin canggih seperti ruang uap dan lapisan grafit juga tersedia, untuk memastikan bahwa panas berlebih hilang.
Baca Juga: 9 Tewas dan 2.800 Terluka dalam Ledakan Pager di Lebanon, Hizbullah Sebut Israel Dalangnya
Akibatnya, meskipun telepon pintar terkadang dapat mengalami malfungsi dan terlalu panas, telepon pintar jarang meledak. Dalam kasus yang jarang terjadi saat telepon pintar terbakar, hal itu sering kali disebabkan oleh kerusakan fisik atau cacat produksi, bukan gangguan yang disengaja.
Bahkan jika peretas dapat memanipulasi baterai ponsel pintar dari jarak jauh untuk menghasilkan panas, kemungkinan terjadinya ledakan massal sangatlah kecil. Dalam kebanyakan kasus, ponsel akan menjadi terlalu panas dan mungkin membengkak, bocor, atau terbakar kecil, tetapi ledakan sebesar insiden pager Hezbollah tidak mungkin terjadi.
Berita Terkait
-
AS Akui Tak Mengira dan Tak Terlibat dalam Ledakan Pager di Lebanon
-
Daftar HP Xiaomi yang Kehilangan Support di September 2024, Resmi Masuk Ponsel Mati
-
'Israel Pasti Akan Menerima Hukumannya', Hizbullah Berjanji Balas Serangan Pager di Lebanon
-
Apa Itu Pager? Perangkat Nirkabel yang Ledakannya Tewaskan 9 orang di Lebanon
-
9 Tewas dan 2.800 Terluka dalam Ledakan Pager di Lebanon, Hizbullah Sebut Israel Dalangnya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor
-
Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan
-
Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri
-
Promo BRI, Dapatkan Cashback Spesial Isi Bensin di SPBU BP
-
7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu New Balance 530 dengan Harga Terbaik
-
Buntut Ucapan 'Kayak Sirkus', Ini 6 Poin Jawaban Deddy Sitorus
-
Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa
-
Sindikat Pencurian Spesialis Rumah Lansia Dibongkar, Polresta Solo Tangkap Dua Pelaku
-
Berapa Kali Sehari Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 4 Rekomendasi Produk
-
Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT