Di tengah kasus yang menggegerkan warga Yogyakarta. Selesai diperiksa di rumah sakit, Sum malah ditahan oleh polisi. Dia dituding menyebarkan berita palsu, yang istilah saat ini lebih dikenal dengan sebutan berita hoaks.
Di tengah rumitnya kasus Sum Kuning ini, mencuat kabar jika pelaku adalah anak orang penting di Yogyakarta. Maklum, kala itu hanya orang kaya dan pejabat yang memiliki mobil.
Kasus ini makin melebar dan rumit. Bahkan wartawan yang menulis mengenai peristiwa tersebut juga harus berurusan dengan militer. Sementara Sumaridjem juga dituduh terlibat dalam organisasi terlarang PKI, sebagai anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani).
Saat di pengadilan, Sum dituntut hukuman tiga bulan penjara. Akan tetapi, tuntutan ini ditolak oleh Hakim Nyonya Lamijah Moeljarto. Kemudian, Sum dibebaskan lantaran tidak terbukti memberi keterangan palsu.
Kapolri Hoegeng Turun Tangan
Kasus Sum Kuning menyita perhatian Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso bahkan ia sampai turun tangan. Pada bulan Januari 1971, Hoegeng yang dikenal sebagai sosok jujur itu, membentuk tim khusus bernama Tim Pemeriksa Sum Kuning yang diketuai Kadapol IX/Jateng Suwardjiono.
Tim itu berusaha untuk menyelidiki lebih dalam kasus pemerkosaan terhadap Sum Kuning. Kala itu, tersiar kabar jika anak dari sejumlah pejabat polisi dan petinggi Yogyakarta disebut terlibat. Adapun indikasinya yaitu anak-anak muda yang biasa naik mobil keliling kota Yogyakarta hingga larut malam.
Lagi-lagi melalui media massa, sejumlah anak pejabat itu membantah. Mereka mengatakan jika kasus Sum Kuning overbodig (berlebihan). Akan tetapi, upaya Jenderal Hoegeng tak berhenti sampai di situ.
ia melaporkan perkembangan kasus Sum Kuning kepada Presiden Soeharto dengan harapan diberi dukungan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Soeharto malah meminta kasus pemerkosaan itu diambil alih oleh Tim Pemeriksa Pusat/Kopkamtib.
Baca Juga: Dalang di Balik Peristiwa G30S/PKI Berdasarkan Sejumlah Teori yang Selama Ini Berkembang
Polisi Menetapkan Dua Tersangka yang Diragukan Masyarakat
Setelah hampir dua tahun penyelidikan kasus berjalan, polisi akhirnya menetapkan sepuluh orang tersangka. Akan tetapi, masyarakat meragukan penetapan 10 tersangka itu, katena para tersangka hanya penjual sate dan sebagian adalah mahasiswa.
Saat di persidangan, banyak keterangan tersangka saling bertolak belakang. Jaksa menyebut jika Sum diperkosa di sebuah rumah sewa di Klaten. Namun, Sum menyebut bahwa ia diperkosa empat pemuda di dalam mobil.
Pada akhirnya, dua orang dari sepuluh tersangka ditetapkan sebagai pelaku dan masing-masing menerima vonis empat setengah tahun penjara. Akan tetapi, masyarakat masih bertanya-tanya, siapa sekelompok pemuda yang sebenarnya telah memperkosa Sum? Kasus ini tidak pernah terungkap tuntas dan jadi misteri sampai saat ini.
Itu tadi kronologi kasus Sum Kuning yang tidak terungkap tuntas sampai saat ini. Semoga jadi pembelajaran buat kita semua.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi