Suara.com - Umar Kei yang merupakan Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) menampik tudingan yang menyebut pihaknya sebagai biang kerok dalam kericuhan di Menara Kadin Indonesia yang terletak di Jakarta Selatan pada Senin (16/9).
Dalam sebuah video yang diunggah di Tiktok, tampak Umar menyampaikan kronologi peristiwa Senin malam di hadapan awak media. Ia mengaku datang ke Menara Kadin usai ditelepon salah satu temannya, Taufan yang memberi informasi ada sejumlah anak muda dari Maluku yang ada di Menara Kadin.
Sesampainya di lokasi, Umar yang datang ditemani anak, istri, dan sejumlah anak buahnya langsung naik ke lantai tiga. Setelah menemui anak-anak muda dari Maluku itu, Umar akhirnya mengetahui bahwa mereka adalah pegawai outsourching di lingkungan Menara Kadin.
Setelah mendengar keluh kesah dari mereka, Umar pun turun dan menyampaikan hasil obrolannya dengan Taufan. Ketika di bawah, ia mengaku sempat berbincang dengan Taufan dan juga Arif Rahman yang merupakan Staf Khusus Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 Arsjad Rasjid.
"Bagi saya, saya tidak ada urusan dengan Kadin," ujar Umar saat menceritakan sikap Arif Rahman pada saat itu.
Saat Umar dan beberapa orang mengobrol di ruangan, Arif meminta orang-orang yang tak berkepntingan untuk segera meninggalkan Menara Kadin. Hal itu direspons oleh Umar dengan melempar kaleng minuman kosong pada Arif dalam konteks bercanda.
Arif pun membalas hal itu dengan melempar kaleng minuman yang masih berisi penuh dengan menggunakan tenaga ke arah Umar. Hal ini lah yang kemudian memicu keributan.
“Akhirnya adik-adik saya yang berada di samping dia, marah. Mereka gebukin dia, tapi bagi saya, mereka gebukin juga salah. Akhirnya salah paham,” jelas Umar Kei.
“Dia teriak, masukkin golok, masukkin golok. Mereka serang kita di dalam,” katanya.
Baca Juga: Staf Arsjad Rasjid Polisikan Umar Kei Dan Adik Ipar Anindya Bakrie Usai Ribut Di Menara Kadin
Umar kemudian mengaku dirinya tak menyentuh atau menyerang Arif sedikit pun. Ia menjelaskan ada beberapa anak buahnya yang mengalami luka-luka dari kejadian tersebut.
Meski demikian, Umar menyebut sah-sah saja kalau memang Arif mau melaporkannya. Namun ia mengaku berani melakukan pembuktian dengan CCTV kalau dirinya tak menyentuh atau melakukan penyerangan pada Arif.
"Saya hanya bilang jangan dia memprovokasi kami dengan Pemuda Pancasila dan orang-orang lain," ujar Umar.
Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus (Stafsus) Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid bernama Arif Rahman melaporkan aksi penggerudukan dan pengeroyokan yang terjadi di Lantai 3 Menara Kadin Indonesia, Setiabudi, Jakarta Selatan. Aksi itu disebutnya dilakukan sekelompok massa.
Arif Rahman mengatakan, pelaporan itu dilakukan di Polda Metro Jaya, pada Selasa (17/9/2024). Laporan teregister dengan nomor LP/B/5591/IX/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA dengan nama terlapor Umar Kei dan Taufan Eko Nugroho yang merupakan menantu dari konglomerat Aburizal Bakrie atau adik ipar dari Anindya Bakrie.
Menurut Arif, dirinya melaporkan dua orang itu lantaran dirinya telah menjadi korban penganiayaan atas pemukulan kepadanya.
Berita Terkait
-
Umar Kei Tuding Ricuh di Menara Kadin Settingan Pihak Stafsus Arsjad Rasjid
-
Pihak Umar Kei Laporkan Balik Stafsus Arsjad Rasjid Buntut Kisruh di Menara Kadin
-
Dilaporkan ke Polisi, Umar Kei Bantah Lakukan Pengeroyokan di Menara Kadin
-
Pemuda Pancasila: Munaslub Kadin Bisa Ganggu Misi Besar Prabowo, Perburuk Polarisasi Politik
-
Staf Arsjad Rasjid Polisikan Umar Kei Dan Adik Ipar Anindya Bakrie Usai Ribut Di Menara Kadin
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI