Suara.com - Profil Herman, anggota DPRD Singkawang, Kalimantan Barat terpilih pada Selasa (17/09/2024) yang lalu sempat membuat heboh publik. Pasalnya, Herman diketahui sudah melakukan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Namun, dengan catatan asusila itu nyatanya dia tetap bisa duduk di kursi legislatif.
Padahal ia telah ditetapkan sebagai tersangka kendati hingga saat ini belum juga ditahan. Status tersangka Herman ini dibenarkan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Singkawang Inspektur Satu Dedi Sitepu.
Pelantikan Herman sebagai anggota DPRD pun menyalahi aturan karena salah satu syarat menjadi anggota DPRD tak terpenuhi. Pasalnya, salah satu syarat menjadi anggota DPRD berdasarkan Perppu 01/ 2022 adalah tidak pernah melakukan perbuatan yang mengarah pada pidana.
Bagi mantan terpidana, telah melewati jangka waktu 5 tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana, dan bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.
Inspektur Satu Dedi Sitepu mengeluhkan keabsenan Herman yang tak kunjung hadir meski sudah dipanggil dua kali untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Singkawang itu juga menegaskan bahwa pihaknya masih terus mengupayakan penyelidikan dan mengawal proses tersebut.
Herman sendiri merupakan seorang politisi yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Pria yang lahir di Capkala, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat ini sukses memenangkan Dapil 4 Kecamatan Singkawang Barat pada Pileg 2024 yang lalu.
Pria berusia 59 tahun ini pun telah resmi dilantik sebagai anggota DPRD Singkawang. Pelantikan ini terjadi pada tanggal 17 September 2024 beberapa hari yang lalu. Dengan demikian, ia akan menjabat sebagai anggota DPRD Singkawang pada periode 2024-2029.
Kehadiran Herman pada saat acara pelantikan Caleg DPRD Singkawang ini tentu saja menuai perhatian dan kontroversi. Selain karena kasus pencabulan, ia juga sempat beralasan tidak dapat menghadiri proses pelantikan Caleg DPRD dengan alasan sakit.
Baca Juga: Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD, Komisi III DPR RI: Cederai Keadilan!
Herman menunjukkan surat keterangan dokter yang berlaku sampai tanggal 27 September 2024. Namun, rupanya ia tetap datang ke acara pelantikan tersebut dan mengejutkan banyak orang.
Proses pelantikan anggota DPRD Singkawang yang berjumlah 30 orang ini sendiri disiarkan langsung lewat YouTube. Banyak masyarakat Singkawang yang mengaku malu saat menyaksikan pelantikan Herman menjadi anggota DPRD Singawang saat itu.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Profil Herman, Politisi PKS Tersangka Pencabulan Anak Dilantik jadi DPRD
-
PKS Pede Suara Pendukung Anies Lari ke Pasangan RIDO di Pilgub Jakarta
-
Heboh! Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD, PKS Siapkan 2 Langkah Tegas!
-
PKS Pede Suara Pendukung Anies Lari ke Pasangan RIDO
-
Kadernya Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD Singkawang, PKS Siapkan Sanksi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan