Suara.com - Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Sabtu (21/9/2024) lalu ditanggapi positif Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.
Menurut Ketua DPP PKS itu, pertemuan tersebut menunjukkan hal yang baik. Meski begitu, ia mengemukakan, pertemuan tersebut tentunya membahas perihal politik yang jauh lebih santai.
"Pimpinan politik pasti bahas politik. Tapi saya yakin soft politik bukan hard politik," katanya kepada wartawan, Minggu (22/9/2024).
Mardani mengatakan pertemuan kedua pimpinan negara tersebut berdampak positif.
"Bagus ada pertemuan antarpemimpin bangsa. Rakyat jadi rukun lihat para pemimpin sering bertemu," katanya.
Ia mengemukakan, saat ini tantangan berat sedang menanti dan semuanya bergantung kepada kemampuan teknokrat.
"Tantangan bangsa yang berat memang memaksa kita bersatu. Itu pun sangat tergantung pada kemampuan teknokrasi kita," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi menyampaikan, bersama dengan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan baru Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan Jokowi usai dikunjungi SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/9/2024).
"Tadi selain yang disampaikan beliau, Bapak SBY, kita juga sepakat, Pak SBY dan saya untuk memberikan dukungan penuh untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan di bawah Prabowo Subianto," kata Jokowi.
Baca Juga: Lengser 20 Oktober, Pramono Mau Ketemu Jokowi usai Tak Lagi jadi Presiden, Ada Apa?
Sebelumnya, SBY menjelaskan maksud pertemuannya dengan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/9/2024) pagi.
Menurutnya, ia sengaja menghadap Jokowi sehubungan dengan peran dan amanah yang dijalankannya sebagai penasehat khusus aliansi sedunia untuk membasmi penyakit Malaria. SBY melaporkan sejumlah hal kepada Jokowi atas perannya tersebut.
"Teman-teman wartawan pagi ini saya menghadap Bapak Presiden sehubungan dengan peran dan amanah yang saya jalankan sebagai penasehat khusus aliansi sedunia untuk membasmi malaria," kata SBY.
"Saya mendapatkan amanah untuk menjadi special advisor di Asia Pasifik, wakil Asia Pasifik ada dan Afrika ada, dan seluruh dunia ada global counsil yang ada di New York dan saya melapor pada pak Jokowi dan ini etika politik karena siapa pun yang mendapatkan peran di dunia internasional apalagi saya mantan Presiden, maka wajib untuk menyampaikan kepada Presiden yang sedang mengemban tugas," sambungnya.
Ia mengatakan, jika tugasnya tersebut sangat penting. Terlebih untuk mencegah penyebaran Malaria yang menjadi-jadi.
"Saya sampaikan kepada pak Jokowi, tugas ini penting dan saya terima karena memang ada kewajiban internasional untuk segera mengenyahkan malaria dari muka bumi. Karena kalau tidak akan makin menjadi-jadi," katanya.
Berkaca dari virus Covid-19 yang menjadi pandemi, kata dia, maka angka penyakit Malaria di Indonesia harus bisa ditekan. Menurutnya, di beberapa daerah khususnya di Indonesia Timur masih terdapat angka penyakit Malaria.
"Saya sampaikan bahwa Indonesia juga punya kepentingan untuk menurunkan angka penyakit malaria di negeri kita. Dan saya juga punya komitmen untuk Asia Pasifik, saya pamit tadi untuk berangkat ke New York selama sekitar 1 minggu untuk membahas ini," ujarnya.
"Tentu saya juga akan melapor kepada Pak Prabowo, presiden terpilih karena tahun depan akan ada summit di Indonesia dan yang memimpin adalah Pak Prabowo sebagai Presiden tahun depan dan seterusnya begitu yang saya sampaikan," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Soal Perbedaan Awal Ramadan, Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Bersikap Arif dan Bijaksana
-
Imlek 2026, 44 Warga Binaan Konghucu Terima Remisi Khusus
-
Waspada! Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Lebat dan Kilat Sore Ini
-
Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Sikapi dengan Dewasa
-
Mustahil Terlihat Hari Ini, Rukyatul Hilal di Jogja Diubah Jadi Ajang Edukasi
-
Imlek di Tanah Rantau: Harapan Kenji di Tahun Kuda Api dari Kelenteng Fuk Ling Miau Jogja
-
Naga Hingga Wajah Berubah! Intip Kemeriahan Festival Pecinan di TMII
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
-
Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?
-
Tegang dengan AS, Iran Gelar Latihan Militer Amankan Selat Hormuz