Suara.com - Prancis dan Amerika Serikat akan segera mengumumkan rencana gencatan senjata sementara selama 21 hari dalam konflik Israel-Lebanon yang akan memungkinkan perundingan deeskalasi, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrault.
"Kami telah bekerja dengan mitra AS kami mengenai kerangka gencatan senjata sementara selama 21 hari untuk memungkinkan negosiasi," kata Barot pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Rabu (25 September).
Platform ini akan segera diterbitkan dan kami berharap kedua belah pihak akan segera mengadopsinya untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan dimulainya negosiasi diplomatik.
Tuan Barot juga mengatakan perang tidak dapat dihindari, tetapi solusi diplomatik tetap ada.
Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa beberapa negara telah berkontribusi terhadap proposal gencatan senjata.
Mereka berharap upaya ini akan membawa perdamaian dan membuka jalan bagi diskusi mengenai solusi diplomatik, kata Wood.
Tuan Wood mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mendukung upaya diplomatik ini dalam beberapa hari mendatang.
Israel telah melakukan serangkaian serangan udara mematikan di Lebanon sejak Senin pagi, menewaskan hampir 610 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Hizbullah dan Israel telah berperang lintas batas sejak perang Israel di Gaza dimulai menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober, yang menyebabkan lebih dari 41.400 orang tewas di Gaza.
Masyarakat internasional telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Lebanon harus dihentikan karena dapat menyebabkan konflik Gaza meluas ke wilayah yang lebih luas. (Antara)
Baca Juga: Update Israel vs Hizbullah: 19 Orang Tewas dan Puluhan Warga Lebanon Luka-luka
Berita Terkait
-
Israel Siapkan Kemungkinan Operasi Darat terhadap Hizbullah, Biden Peringatkan 'Perang habis-habisan'
-
Konflik Memanas! Serangan Israel Tewaskan 1.247 Jiwa di Lebanon Sejak 2023
-
"Kami Mengerti Penderitaannya", Warga Gaza Merasakan Kepedihan Lebanon
-
Lebanon di Ambang Krisis, Pasokan Makanan Aman, tapi Ancaman Blokade Menghantui
-
Mencekam! Kantor Kampanye Kamala Harris di Arizona Ditembaki, Kasus Kedua dalam Beberapa Minggu
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!