Suara.com - Seorang pria membunuh tiga pengunjung dan melukai 15 lainnya dalam serangan pisau di sebuah supermarket di kota besar Shanghai, China, kata polisi pada hari Selasa.
Tersangka penusukan, seorang pria berusia 37 tahun bermarga Lin, ditangkap di supermarket tersebut tak lama setelah insiden pada Senin malam, kata polisi setempat dalam sebuah pernyataan.
Polisi mengatakan pria tersebut mengamuk karena marah yang disebabkan oleh "perselisihan keuangan pribadi".
Delapan belas orang yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, di mana tiga orang meninggal, mereka menambahkan.
Sebanyak 15 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Kejahatan dengan senjata tajam yang disertai kekerasan bukanlah hal yang jarang terjadi di China, di mana senjata api dikontrol dengan ketat, dengan sejumlah serangan serupa di sekolah-sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang anak sekolah Jepang pada bulan September ditikam di kota selatan Shenzhen dan meninggal karena luka-lukanya, yang memicu kemarahan dari Tokyo.
Dan pada bulan Mei, seorang pria menewaskan delapan orang dan melukai satu orang lagi dengan pisau di kota Xiaogan di provinsi Hubei bagian tengah.
Baca Juga: Pipa Tinja Meledak di Tiongkok, Semburkan Limbah ke Mobil dan Pengguna Jalan: Saya Basah Kuyup
Berita Terkait
-
Media China Sebut Timnas Indonesia Dulu Lumbung Gol, Kini Ketakutan Sendiri
-
Marak Kosmetik Berbahaya dan Ilegal asal China, Zulhas Ungkap Keluhan Pengusaha: Mereka Kewalahan...
-
Dulu Berjaya Karena Jadi Kiblat Industri Baja, Kini Krakatau Steel Merana Terlilit Tumpukkan Utang
-
Info A1! 2 Pemain Keturunan Ganas Bela Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China, Shin Tae-yong: Langsung Gabung
-
Pipa Tinja Meledak di Tiongkok, Semburkan Limbah ke Mobil dan Pengguna Jalan: Saya Basah Kuyup
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?
-
Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?
-
Dell Akui Baru Jual Chromebook Saat Ada Pengadaan Kemendikbud, Apa yang Terjadi Sebelumnya?
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud