Suara.com - Seorang jurnalis lepas asal Kamboja, Mech Dara, yang terkenal karena liputannya tentang perdagangan manusia dalam industri penipuan onlien atau siber, ditangkap pada Senin lalu. Kabar penangkapannya dikonfirmasi oleh Cambodian Journalists Alliance Association (CamboJA), sebuah asosiasi jurnalis independen di negara tersebut.
Dara, yang tahun lalu dianugerahi penghargaan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebagai 2023 Trafficking in Persons Report Hero, telah berperan besar dalam mengungkap modus penipuan yang melibatkan perekrutan palsu pekerja di Kamboja. Para korban dijanjikan pekerjaan yang sah, namun akhirnya dipaksa bekerja di kompleks-kompleks tertutup, di mana mereka dimanfaatkan untuk melakukan penipuan daring terhadap orang-orang di seluruh dunia.
Penangkapan Dara terjadi setelah otoritas menghentikan mobil yang ia tumpangi bersama keluarganya. Menurut CamboJA, Dara sempat mengirim pesan teks kepada organisasi hak asasi manusia Licadho, memberitahukan bahwa ia ditangkap oleh polisi militer, sebelum ponselnya disita.
Sehari sebelum penangkapannya, Dara memposting gambar di media sosial yang menunjukkan situs wisata terkenal di Provinsi Prey Veng telah diratakan untuk dijadikan lokasi tambang. Namun, pemerintah setempat dengan cepat membantah klaim tersebut, menyebut gambar itu sebagai "berita palsu".
Administrasi Provinsi Prey Veng bahkan mengeluarkan pernyataan resmi yang menuduh Dara mencoba menimbulkan "kekacauan sosial," yang dapat diproses secara hukum sebagai tindak pidana. Mereka juga meminta Kementerian Informasi untuk mengambil tindakan hukum terhadap Dara.
Kasus penangkapan ini memicu kekhawatiran di kalangan aktivis hak asasi manusia. Jacob Sims, salah satu pendiri Operation Shamrock, sebuah koalisi global yang berupaya memerangi kejahatan siber di Asia Tenggara, menyatakan bahwa Dara adalah "salah satu jurnalis independen terakhir yang tersisa di Kamboja, dan yang paling fokus pada dugaan kejahatan transnasional yang melibatkan negara".
Hingga saat ini, keberadaan dan kondisi Dara masih belum diketahui, dan hal ini memicu kekhawatiran lebih lanjut.
"Ini adalah kasus penghilangan paksa," tambah Sims.
"Tidak ada yang bisa memverifikasi keberadaannya atau keselamatannya saat ini, dan itu menjadi prioritas utama," katanya.
Baca Juga: Sindir MotoGP Mandalika Mahal, Jurnalis Asing: Kalian Harus Lakukan Ini!
Dara dikenal sering menggunakan media sosial untuk mengekspos kegiatan scam farms, atau ladang penipuan, yang telah menipu banyak orang di seluruh dunia dan memperburuk masalah perdagangan manusia di kawasan tersebut. Penipu ini sering kali berhasil mencuri uang dalam jumlah besar dari para korban, dan Amerika Serikat baru-baru ini meningkatkan perhatian mereka terhadap operasi penipuan di Kamboja karena tingginya jumlah warga negara mereka yang menjadi korban.
Menurut laporan terbaru dari Reporters Without Borders, sebuah organisasi yang berbasis di Paris, Kamboja menempati peringkat ke-151 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Internasional.
Kasus ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi jurnalis di Kamboja, di mana kebebasan pers kian terancam, terutama bagi mereka yang berani membongkar kejahatan terorganisir dan pelanggaran hak asasi manusia.
Berita Terkait
-
Sindir MotoGP Mandalika Mahal, Jurnalis Asing: Kalian Harus Lakukan Ini!
-
Sindiran Jurnalis Asing Tentang MotoGP Mandalika: Tontonan Orang Kaya, Bukan Pencinta Balap
-
Jurnalis Asing Dibikin Melongo Lihat SPBU di Mandalika: Lombok Petrol Station!
-
Antisipasi Penipu Online, Dana Siapkan Fitur Baru dan Beri Jaminan Uang Kembali 100%
-
Bahrain Kalah Mengejutkan dari Kamboja, Bakal Dibantai Timnas Indonesia?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Disambut Riuh Mahasiswa, Wapres Gibran Buka Pintu Setwapres untuk Pendemo
-
Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?
-
Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!
-
Guru Keluhkan MBG Ganggu KBM, Pembagian Makanan hingga Ompreng Sita Waktu Belajar
-
Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta
-
Apakah Harga Minyak Dunia Kembali Normal Setelah AS - Iran Damai?
-
Diplomasi Prabowo Gagal? Malaysia Lebih Unggul Ambil Peluang Ketimbang Indonesia