Suara.com - Anggota DPD RI Bali periode 2024-2029, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik atau Ni Luh Djelantik resmi dilantik, Selasa 1 Oktober 2024.
Di tengah para Srikandi yang mengenakan kebaya berwarna-warni, biru, kuning, merah muda hingga coklat, Niluh Djelantik tetap setia dengan kebaya merahnya.
Dalam momen pelantikan itu Niluh Djelantik terlihat mengenakan setelan kebaya bernuansa merah menyala.
Terlihat kebayanya berwarna merah dengan bawahan berwarna biru tua. Penampilannya itu dipercantik lagi dengan selendang.
Sementara itu penataan rambutnya juga sangat khas “Mbok Niluh” sekali, yaitu digelung kecil menyerupai sanggul mengarah ke atas.
Kebaya merah yang dikenakan Niluh Djelantik itu bak baju keramat. Pasalnya, ia tampak beberapa kesempatan mengenakan warna kebaya yang sama.
Seperti pada foto-fotonya saat masih berkampanye. Dan ternyata Niluh Djelantik mengulang kesan yang sama Ketika ia sudah resmi dilantik, yaitu mengenakan kebaya berwarna merah.
Dalam postingan di Instagramnya @niluh_djelantik, ia membagikan momem membahagiakannya tersebut.
“Kami GASPOL untuk Bali Terhormat Rakyat Bermartabat,” bunyi caption dalam videonya.
Niluh Djelantik bersyukur dengan semua kenikmatan yang kini dirasakannya. Tak lupa Niluh Djelantik juga berterima kasih pada masyarakat Indonesia yang sudah mendukungnya, terutama rakyat Bali.
“Om Swastyastu kesayangan, di hari Kesaktian Pancasila kami bersyukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa atas pelantikan kami sebagai wakil rakyat DPD RI mewakili 4.4 juta rakyat Bali.,” tulis Niluh.
“Jika semesta berkehendak. Tak ada satupun yang bisa merubah keputusanNya.
Bali and Indonesia beserta seluruh kesayangan pendukung setia yang selama ini menemani langkah perjuangan Mbok Niluh, I LOVE YOU.
Dari lubuk hati terdalam Mbok ucapkan Matur suksma, Terimakasih,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
-
HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?
-
Sudah 31 Kecelakaan dalam Sebulan, KAI Daop 1 Minta Warga Tak Ngabuburit di Jalur Kereta
-
6 Fakta Terkini Banjir Bali: Sanur Terparah hingga Status Siaga Gelombang 4 Meter
-
ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?