Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku masih menunggu terkait isu angkat kembali diangkat menjadi Mensos di pemerintahan presiden terpilih Pilpres 2024 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Kementerian ini bisa dipimpin oleh siapa saja, kita doakan dan kita tunggu saja," ujar Gus Ipul ditemui usai melakukan penandatanganan MoU dengan Baznas di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, (7/10/2024).
Gus Ipul menyebut, posisi menteri sepenuhnya merupakan hak prerogratif Presiden terpilih nantinya. Dia percaya penuh bahwa siapapun yang ditunjuk presiden terpilih nantinya untuk memimpin Kemensos adalah yang terbaik.
"Kita percayakan penuh kepada presiden ya. Kementerian ini bisa dipimpin oleh siapa saja, tetapi layanan kementerian ini itu harus tetap besar," imbuhnya.
Sebagai informasi, tak lama lagi, Prabowo-Gibran akan segera dilantik menjadi Presiden-Wakil Presiden RI yakni pada 20 Oktober 2024. Kabarnya, Prabowo akan langsung mengumumkan sendiri susunan kabinetnya. Pengumuman itu rencananya dilakukan usai Prabowo tepat di hari dia dilantik baru. Kemudian jajaran kabinet akan langsung dilantik pada 21 Oktober 2024.
Berita Terkait
-
Beda Adab Prabowo vs Jokowi Saat Bertemu Try Sutrisno, Ada yang Kena Kritik Warganet
-
Abdullah Azwar Anas Kuliah di Mana? Santer Dikabarkan Bakal Masuk Kabinet Prabowo-Gibran
-
Dear Pak Prabowo! Pabrik Banyak yang Bangkrut, PHK Merajalela
-
Pamer Ferrari Buat Rayyanza Jelang 'Masuk' Kabinet Prabowo, Pajak Mobil Raffi Ahmad Digunjing
-
Posisi Duduk Gibran Tak Sejajar Prabowo di HUT TNI Disorot: Belum Levelnya
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang