Suara.com - PT MRT Jakarta mengubah nama Stasiun Bundaran HI menjadi Bundaran Bank DKI. Perubahan nama ini dilakukan setelah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta itu membeli hak penggunaan nama alias naming rights pada PT MRT.
Bank DKI juga pernah membeli naming rights Halte Transjakarta Senayan beberapa waktu lalu. Hal ini sempat menjadi perbincangan di media sosial karena dianggap minim sosialisasi.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat tidak merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan Bank DKI dan berapa lama durasi penggantian nama itu dilakukan.
Namun, ia menyebut penggantian nama ini merupakan kolaborasi kedua BUMD dalam mendukung kemajuan transportasi umum di Jakarta.
"Kemitraan antara MRT Jakarta dan Bank DKI ini melengkapi dan menunjukkan bahwa MRT Jakarta merangkul dan terbuka dengan siapa saja dalam hal mengembangkan Jakarta sebagai episentrum ekonomi dan bisnis nasional," ujar Tuhiyat kepada wartawan, Rabu (9/10/2024).
"Tentu saja, kami berharap lebih banyak lagi kerja sama dan inovasi yang dapat dikolaborasikan dengan untuk meningkatkan pengalaman penumpang MRT Jakarta," lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo mengatakan, peribahan nama ini telah diketahui oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo.
Ia menyebut pihaknya bersama PT MRT Jakarta juga sudah menjalin kerja sama untuk pembayaran tiket MRT melalui MartiPay.
Ia berharap sinergi ini dapat memperkuat langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara Bank DKI dan MRT Jakarta dalam rangka peningkatan layanan transportasi publik di Jakarta.
Baca Juga: Keren! Ada Pertunjukan Video Mapping di Stasiun MRT Bundaran HI
"Peresmian naming rights ini menjadi sebuah bentuk perwujudan sinergi dan kontribusi BUMD DKI Jakarta dalam menciptakan ekosistem transportasi publik yang aman, mudah, dan nyaman bagi warga masyarakat DKI Jakarta, khususnya dalam mendukung agenda Jakarta menjadi Kota Bisnis Bertaraf Global," tutur Agus.
Ia juga menyebut penamaan Stasiun Bundaran HI Bank DKI sebagai bagian dari strategi branding Bank DKI dalam meningkatkan brand awareness dengan memperkenalkan kembali produk digital JakCard, JakOne Pay, dan JakOne Mobile yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna transportasi publik dengan berbagai kemudahan.
"Semoga sinergi yang telah terjalin ini semakin memperkuat layanan publik di Jakarta dan menginspirasi langkah-langkah kolaboratif lainnya di masa mendatang. Rencananya, kemitraan penamaan ini berlangsung hingga 2027 mendatang," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi