Suara.com - Pembebasan pilot asal Selandia Baru Philip Mark Mehrtens yang dilakukan kelompok Egianus Kogoya ditegaskan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, sebagai bagian dari kepentingan politik terkait Pilkada Kabupaten Nduga.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com pada Kamis (10/10/2024) siang Waktu Papua.
"Tim sukses Edison Gwijangge yang mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Nduga, telah terlibat aktif dan dimanfaatkan oleh TNI dan Polri,” kata Sebby.
Sebby menyatakan bahwa masyarakat dan anggota pasukan TPNPB Kodap III Ndugama di wilayah konflik tersebut telah lama menderita akibat kepentingan politik sejumlah pihak, baik dari TPNPB, TNI/Polri, maupun Pemerintah Indonesia.
Ia menyatakan perjanjian antara Egianus Kogoya dengan aparat hanya janji palsu saja.
"Perjanjian yang dibuat antara Egianus Kogoya dengan TNI/Polri untuk mendukung Edison Gwijangge dalam Pilkada Kabupaten Nduga, hanyalah janji palsu yang dimainkan oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Indonesia untuk mengelabui Kodap III Ndugama,” tambahnya.
Sebby juga menyampaikan rasa prihatin atas penderitaan rakyat yang telah menjadi korban, baik harta, benda, maupun jiwa, hanya demi kepentingan politik.
"Sungguh menyedihkan. Semoga Tuhan Yesus mengampuni kita semua," katanya.
Sementara itu dalam sebuah video yang diterima Suara.com, terlihat sosok yang diduga Egianus Kogoya. Ia menyampaikan penjelasan alasan dibebaskannya Philip Mehrtens.
Baca Juga: TPNPB-OPM Siap Bertanggung Jawab atas Gugurnya 2 Prajurit TNI di Intan Jaya dan Nduga
Sebelumnya diberitakan, Menkopolhukam Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa pembebasan Pilot Susi Air Philip Mehrtens dari sandera kelompok TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogoya dilakukan murni tanpa adanya bayaran.
"Tanpa adanya satu permintaan untuk bayar dan sebagainya nggak, semua bebas, karena ini pendekatan dari tokoh agama, tokoh gereja, tokoh masyarakat, TNI, Polri," kata Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2024).
Ia mengatakan, pembebasan juga memakan waktu yang lama. Hal itu karena yang terpenting adalah keselamatan sang pilot itu sendiri.
"Kita memang melakukan komunikasi yang cukup panjang, karena kita pikir bahwa keselamatan pilot adalah yang utama. Sehingga keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua," ujarnya.
Kontributor : Elias Douw
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar