Suara.com - Meutya Hafid, salah satu kandidat menteri kabinet Prabowo-Gibran. Dia telah dipanggil oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta. Politikus Partai Golkar itu termasuk dalam daftar 48 tokoh yang akan berkontribusi dalam pemerintahan mendatang.
Diketahui, sejumlah tokoh yang hadir juga merupakan bagian dari pemerintahan Jokowi. Dimana, 24 di antaranya berasal dari unsur politisi dari berbagai partai seperti Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKB, PSI, dan eks-politikus.
Sebagai kader Partai Golkar, Meutya Hafid kini menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR dan dikabarkan akan mengemban tugas sebagai menteri komunikasi dan informatika.
Lahir di Bandung pada 3 Mei 1978, Meutya menempuh pendidikan di UNSW Sydney, Australia, dengan jurusan Manufacturing Engineering. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Meutya memilih untuk kembali ke tanah air dan memulai karir sebagai wartawan di sebuah stasiun televisi swasta.
Perjalanan politik Meutya Hafid dimulai pada tahun 2009 saat bergabung dengan Partai Golkar. Setelah jadi anggota DPR RI, tentu saja ia wajib melaporkan harta kekayaannya.
Lantas, berapa harta kekayaan Meutya Hafid?
Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (e-LHKPN) yang diserahkan pada 22 Juli 2024, Meutya tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 18,7 miliar untuk periode tahun 2023.
Harta kekayaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 20 miliar, serta harta bergerak lainnya yang mencapai Rp 198 juta. Selain itu, Meutya memiliki kas dan setara kas senilai Rp 6 miliar.
Kekayaan Meutya juga mencakup sejumlah kendaraan, terdiri dari dua mobil dan satu motor. Ia memiliki motor Yamaha tahun 2017 senilai Rp 25 juta dan dua mobil, yaitu Hyundai Palisade tahun 2021 yang bernilai Rp 490 juta dan Toyota Innova tahun 2017 seharga Rp 150 juta. Namun, Meutya juga mencatatkan utang senilai Rp 8,6 miliar.
Di sisi lain, Meutya Hafid memiliki pengalaman hidup yang tak akan terlupakan saat menjadi wartawan di Metro TV. Peristiwa tragis itu terjadi pada 18 Februari 2005, ketika ia dan juru kamera Budiyanto diculik oleh sekelompok pria bersenjata saat bertugas di Irak.
Beruntung, Meutya Hafid berhasil dibebaskan pada 21 Februari 2005, setelah mengalami masa-masa menegangkan yang tak akan pernah terlupakan.
Berita Terkait
-
Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online
-
Meutya Hafid Ungkap Modus Baru Penipuan, Pelaku Ngaku Anggota DPR lalu Minta Sumbangan
-
Meutya Hafid Beberkan Hasil Pemberantasan Judol: 3,4 Juta Situs Ditutup, Ribuan Rekening Diblokir
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG
-
Jaga Stabilitas Politik & Keamanan Daerah, Mendagri: Pemda Perkuat Forkopimda, FKUB & Tim TPKS
-
Jurnalis Indonesia Disebut Makin Rentan Intimidasi, AJI Ungkap 4 Isu yang Paling Bahaya
-
Dipecat dan Ditahan! Begini Tampang AKP Deky 'Beking' Bandar Narkoba Pakai Baju Tahanan Nomor 38
-
Tampang Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Sasiang Ditahan Bareskrim, Jadi Beking Bandar
-
Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
-
Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'